SumbarBeritaUtama

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar, 5 Daerah Masuk Kategori Siaga

×

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar, 5 Daerah Masuk Kategori Siaga

Sebarkan artikel ini
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Riau Sore Ini!
Ilustrasi.(ist)

INGATLAH.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada 1–10 November 2026.

Kondisi ini berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga banjir bandang.

Imbauan tersebut menyusul peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mahyeldi meminta warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana dan sekitar aliran sungai, mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

“ Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 1–3 November, potensi hujan sedang hingga lebat mencakup Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta Kota Padang dan Pariaman.

Baca Juga  MK Putuskan PSU di Tiga TPS Kabupaten Siak

Potensi hujan berlanjut pada 4–6 November, termasuk di Kabupaten Solok. Sementara pada 7–10 November, hujan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah tersebut dan beberapa daerah lainnya di Sumbar.

BMKG juga menetapkan sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar dalam kategori Waspada, dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian.

Adapun lima daerah masuk kategori Siaga, yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang, dengan potensi curah hujan 200–300 milimeter per dasarian.

Baca Juga  Tim Klewang Tangkap Juru Parkir Pencuri HP di Musala Padang

Mahyeldi menyebut belum ada daerah yang diperkirakan mengalami curah hujan di atas 300 milimeter atau masuk kategori Awas.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana.

Ia meminta warga tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang serta menghindari kawasan rawan longsor saat hujan lebat.

Masyarakat juga diminta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana.

Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta memperkuat koordinasi dengan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekaligus memastikan kesiapan personel serta peralatan penanggulangan bencana.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan melindungi keselamatan masyarakat.