PayakumbuhBerita

Prihatin Ratusan Napi Belum Lancar Baca Al-Qur’an, Muhammadiyah Bantu Lapas Payakumbuh

×

Prihatin Ratusan Napi Belum Lancar Baca Al-Qur’an, Muhammadiyah Bantu Lapas Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah Salurkan Al-Qur'an dan Iqra untuk Ratusan Warga Binaan Lapas Payakumbuh
Muhammadiyah Salurkan Al-Qur'an dan Iqra untuk Ratusan Warga Binaan Lapas Payakumbuh

INGATLAH.COM – Ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Payakumbuh, Sumatera Barat, diketahui masih belum lancar membaca Al-Qur’an. Sebagian bahkan harus belajar dari tingkat paling dasar dengan menggunakan buku Iqra.

Kondisi tersebut mendorong Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kota Payakumbuh ikut turun tangan memberikan pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

Pada Rabu (16/9/2026), LDK Muhammadiyah Payakumbuh menyerahkan bantuan puluhan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra kepada pihak lapas. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar membaca Al-Qur’an selama warga binaan menjalani masa pembinaan.

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Regbimas) Lapas Payakumbuh, Adeka Fitria, S.H., menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

Baca Juga  Tertangkap Basah, Oknum Pegawai Lapas Bengkalis Nyabu Bareng 3 Napi

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. H. Irwandi Nashir, mengatakan keterlibatan Muhammadiyah dalam pembinaan di lapas merupakan bagian dari amanat organisasi hasil Muktamar ke-48 di Solo.

Dia menyebut kegiatan dakwah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran pembinaan, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Ketua LDK Muhammadiyah Payakumbuh, Ustadz Zendra Rosada, S.Ag., menyampaikan hasil pendataan kemampuan membaca Al-Qur’an warga binaan.

Dari data tersebut, sekitar 150 warga binaan masih berada pada tingkat dasar atau Iqra 1-4. Mereka masih memulai pembelajaran dari pengenalan huruf hijaiyah.

Kemudian sekitar 50 orang berada pada tingkat menengah atau Iqra 5-6. Sebanyak 50 warga binaan lainnya sudah berada pada tingkat mahir dan mampu membaca Al-Qur’an.

Baca Juga  Pengejaran Napi Ibnu yang Kabur dari Lapas Pekanbaru Diperluas hingga Jakarta

Selain itu, terdapat sekitar 50 warga binaan yang masuk dalam kategori pengayaan.

Untuk memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan, LDK Muhammadiyah Payakumbuh juga menjalankan program Pesantren Lapas. Program tersebut menggunakan kurikulum yang dievaluasi secara berkala setiap enam bulan.

Saat ini, sebanyak 45 warga binaan mengikuti pembinaan secara intensif dalam program tersebut.

Kolaborasi antara Lapas Payakumbuh dan Muhammadiyah diharapkan dapat menjadikan masa menjalani pidana sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

Dengan pembinaan tersebut, warga binaan diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keagamaan dan keterampilan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana