OpiniUtama

Pendekatan Resiprositas Dalam Upaya Mengurangi Sikap Provokatif Dan Ujaran Kebencian di Organisasi

×

Pendekatan Resiprositas Dalam Upaya Mengurangi Sikap Provokatif Dan Ujaran Kebencian di Organisasi

Sebarkan artikel ini

Oleh: Gading Octorio

Pendekatan Resiprositas Dalam Upaya Mengurangi Sikap Provokatif Dan Ujaran Kebencian di Organisasi
Gading Octorio: Seorang Pemerhati Komunikasi dan Public Relations

Prinsip timbal balik dalam proses hubungan sosial menjadi hal yang paling sering dilakukan atau lumrah terjadi. Dalam hal ini proses timbal balik bisa berupa respon terhadap perlakuan, bantuan atau tindakan yang diterima dari pihak lain.

Jika biasanya pendekatan resiprositas dilakukan untuk merespon hal-hal yang positif, namun ternyata pendekatan ini bisa juga dilakukan dengan sikap yang berlawanan.

Menurut Alvin W. Gouldner (1960 dalam The Norm of Reciprocity “dalam konteks tertentu resiprositas memberikan respon terhadap perlakuan negatif dalam berhubungan sosial”.

Pendekatan resiprositas merupakan strategi yang menekankan pentingnya tindakan saling menghargai dan memberikan respon yang setara antar pihak yang terlibat komunikasi.

Seperti pada saat orang lain memberikan senyuman, secara langsung kita membalas senyuman tersebut. Kemudian pada saat sahabat kita memberikan ucapan ulang tahun, kita juga mengucapkan ulang tahun walaupun di bulan yang berbeda.

Baca Juga  Mahasiswa Cabuli Anak di Bawah Umur, Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Dari hal ini sebuah keharmonisan, ikatan emosional dan hubungan jangka panjang dapat berlangsung dengan baik.

“Bagaimana jika ada seseorang yang selalu memberikan hal negatif dan kita merespon secara positif, namun lambat laun respon positif kita berubah menjadi respon negatif juga untuk mempertahankan atau menghilangkan hal negatif tersebut?”

Secara logika hal ini memang tidak diperkenankan untuk dilakukan, namun jika hal negatif sudah terlalu sering diterima secara berulang dan mengarah ke sesuatu yang krusial seperti citra diri, latar belakang keluarga, dan mengusik orang-orang terdekat, memberikan respon negatif ke seseorang yang selalu memberikan hal negatif adalah hal yang sepadan.

Hal ini sesuai dengan inti pendekatan resiprositas seperti saling memberi dan saling menerima respon sesuai yang didapatkan.

Baca Juga  Ketimpangan antara Gaya dan Realita

Memberikan respon yang setara juga dapat menjadi sebuah peringatan dan pemahaman bagi mereka yang selalu menyebarkan hal negatif.

Secara tidak langsung respon tersebut dapat menumbuhkan rasa empati dalam berhubungan sosial seperti seseorang jadi memahami, merasakan dan mempertimbangkan kembali pada saat ingin menyampaikan atau memberikan hal negatifnya ke orang lain.

Dalam hal ini empati juga dapat membuat seseorang melihat sudut pandang orang lain yang selalu terpapar hal negatif yang ia berikan.

Hal inilah yang menjadi acuan jika pendekatan resiprositas dapat mengurangi sikap atau hal negatif di dalam organisasi ataupun individual.

Namun hal ini harus dilakukan dengan bijak, dengan melihat dan mempertimbangkan kembali apakah hal tersebut harus dilakukan atau ditinggalkan.

Penulis adalah seorang Pemerhati Komunikasi dan Public Relations