INGATLAH.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tidak melindungi orang dekat yang tersandung persoalan hukum.
Menurutnya, kepentingan negara dan rakyat harus ditempatkan di atas hubungan pribadi maupun kelompok.
Prabowo mencontohkan kasus Dadan Hindayana yang kini menjadi tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Dadan diketahui pernah menjadi bagian dari tim sukses dan tim pakar Prabowo. Prabowo juga yang mengangkat Dadan sebagai Kepala BGN.
“Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo dalam program Presiden Menjawab, dikutip di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Prabowo mengatakan proses hukum terhadap Dadan menjadi bukti bahwa kedekatan dengan dirinya tidak menjadi alasan untuk mendapatkan perlindungan.
Selain kasus Dadan, Prabowo menyinggung penyitaan aset Hotel Sultan. Dia menyebut pemilik Hotel Sultan, Pontjo Sutowo, merupakan kawannya.
Namun, hubungan tersebut, kata Prabowo, tidak boleh mengesampingkan kepentingan negara.
“Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara,” ujarnya.
Prabowo juga mengatakan prinsip untuk menghindari konflik kepentingan telah diterapkannya sejak menjabat Menteri Pertahanan pada 2019.
Dia mengaku telah meminta keluarga dan orang-orang dekatnya di Partai Gerindra tidak mencari bisnis di Kementerian Pertahanan.
Saat menjadi Presiden, Prabowo kembali mengingatkan kader Gerindra agar tidak mengandalkan kedekatan dengannya ketika menghadapi persoalan hukum.
Dia bahkan menyebut sejumlah kepala daerah dari Partai Gerindra telah ditangkap aparat penegak hukum.
“Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan kehidupan bernegara harus dijalankan dengan menempatkan kepentingan nasional dan rakyat sebagai prioritas.
“Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal,” tegasnya.





