BeritaUtama

Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang Panjang-Bukittinggi, 6 Orang Terluka

×

Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang Panjang-Bukittinggi, 6 Orang Terluka

Sebarkan artikel ini

INGATLAH — Kecelakaan beruntun terjadi di tikungan tajam Cubadak Bungkuk, Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Rabu (23/4/2025) sekitar pukul 11.15 WIB.

Sebuah truk pengangkut besi baja diduga mengalami rem blong dan menghantam tujuh kendaraan yang tengah melintas.

Insiden yang terjadi di kawasan Bukit Berbunga, tepatnya dekat Tugu Semen Padang, mengakibatkan tiga sepeda motor dan empat minibus mengalami kerusakan berat.

Lokasi tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun curam dan berbelok tajam.

“Truk kehilangan kendali saat melintasi turunan dan langsung menabrak beberapa kendaraan di depannya,” ungkap Kanit Turjawali Satlantas Polres Padang Panjang, Aiptu Indra S.

Baca Juga  Pemko Padang Panjang Dorong Presensi Online ASN Lewat Koordinasi dengan BKN

Petugas kepolisian bersama warga dan tim medis segera melakukan evakuasi korban dan mengatur lalu lintas yang sempat macet dari dua arah.

Enam korban yang mengalami luka langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Padang Panjang njang untuk mendapat penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban serta tingkat keparahan luka belum disampaikan pihak kepolisian.

Namun, Aiptu Indra memastikan seluruh korban telah mendapat perawatan intensif.

Sementara itu, Satlantas Polres Padang Panjang  masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Baca Juga  Dua Tahanan Rutan Padang Meninggal Dunia, Begini Kata Karutan

Pemeriksaan terhadap sistem rem truk terus dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Kami imbau seluruh pengendara, terutama yang mengoperasikan kendaraan berat, untuk ekstra waspada saat melintasi jalan ekstrem seperti Cubadak Bungkuk. Periksa kondisi rem dan sistem kendaraan secara rutin,” tegas Aiptu Indra.

Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan teknis kendaraan, khususnya di jalur rawan di Sumatera Barat yang kerap menjadi titik kritis dalam lalu lintas harian. (*)