INGATLAH.COM – Belum tuntas pencarian terhadap warga binaan berinisial ISD yang kabur dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kini narapidana kasus narkotika lainnya berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu.
RI diketahui kabur dari Lapas Pasir Pangaraian pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Hingga Selasa (6/10/2026), petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga binaan tersebut.
RI diduga melarikan diri dengan memanjat bagian atap kamar hunian.
Dari lokasi tersebut, ia kemudian mencari akses menuju sisi luar lapas sebelum melewati pagar.
Setelah berada di luar area lapas, RI diduga berlari menuju perkebunan warga dan kawasan hutan rawa yang berada di belakang kompleks Lapas Pasir Pangaraian.
Aksi tersebut diketahui petugas yang berjaga di Pos 6. Informasi kemudian disampaikan kepada Komandan Jaga dan petugas langsung melakukan pengejaran.
Namun, RI belum berhasil ditemukan. Kondisi kawasan sekitar lapas yang terdapat perkebunan dan hutan rawa menjadi salah satu lokasi yang disisir petugas.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian, Efendi P. Purba, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tim khusus telah dibentuk dan disebar untuk mencari RI.
“Tim sudah kami bentuk dan disebar ke sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian. Proses penyisiran masih terus berlangsung,” kata Efendi, Selasa (6/10/2026).
Pihak lapas juga melibatkan Polres Rokan Hulu dan Koramil 02 Rambah dalam pencarian.
Koordinasi dilakukan untuk memperluas area penyisiran dan mempercepat proses penemuan RI.
Di sisi lain, Lapas Pasir Pangaraian juga melakukan investigasi internal.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui secara pasti bagaimana RI dapat keluar dari area lapas.
Evaluasi mencakup kronologi kejadian, prosedur pengamanan serta kemungkinan adanya kelalaian petugas.
“Jika ditemukan unsur pelanggaran atau keterlibatan petugas, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan,” tegas Efendi.
Peristiwa di Pasir Pangaraian terjadi ketika kasus pelarian ISD dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga masih menjadi perhatian.
ISD sebelumnya melarikan diri saat menjalani pengobatan.
Ketua Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Publik Ditjenpas, Surya Krisman Pehulisa Ginting, mengatakan pencarian terhadap ISD masih dilakukan dengan melibatkan aparat kepolisian.
“Pencarian terus dilakukan. Pihak Lapas dan Ditjenpas masih terus berkoordinasi dengan Polda Riau,” ujar Surya, dikutip Suara.com.
Dalam kasus ISD, tiga petugas pemasyarakatan yang mengawal narapidana tersebut masih menjalani pembinaan di Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.
Mereka belum kembali bertugas di Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan belum menjalani pemeriksaan oleh tim dari pusat.
Kanwil Ditjenpas Riau juga telah mengusulkan agar ketiga petugas tersebut mendapatkan sanksi disiplin berat.
Namun, keputusan akhir mengenai hukuman disiplin berada di tingkat pusat.
Kasus ISD sebelumnya juga memicu evaluasi jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Kepala Lapas Pekanbaru Yuniarto dimutasi setelah dilakukan evaluasi internal.
Posisi tersebut kemudian ditempati Eko Ari Wibowo. Pergantian juga terjadi pada jabatan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), dari Febri Sadam kepada Vezanol Kosuma.
Kini, kejadian serupa kembali terjadi di Rokan Hulu. Pihak pemasyarakatan dituntut bergerak cepat untuk menemukan RI sekaligus memastikan penyebab terjadinya pelarian.





