PendidkanSumbarUtama

6 Santri Diniyyah Pasia Temui Gubernur Mahyeldi, Minta Restu Jelang Olimpiade Bahasa Arab Nasional

×

6 Santri Diniyyah Pasia Temui Gubernur Mahyeldi, Minta Restu Jelang Olimpiade Bahasa Arab Nasional

Sebarkan artikel ini
6 Santri Diniyyah Pasia Temui Gubernur Mahyeldi, Minta Restu Jelang Olimpiade Bahasa Arab Nasional
6 Santri Diniyyah Pasia Temui Gubernur Mahyeldi, Minta Restu Jelang Olimpiade Bahasa Arab Nasional

INGATLAH.COM – Sebanyak 6 santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia bersiap membawa nama Sumatera Barat dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Nasional 2026 di Jakarta.

Sebelum bertolak mengikuti kompetisi tersebut, mereka terlebih dahulu menemui Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, untuk memohon doa restu sekaligus dukungan.

Kunjungan yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (6/11/2026), dipimpin langsung Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustaz Nashran Nazir.

Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk memberikan suntikan semangat kepada para santri sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Keenam santri yang akan menjadi delegasi PPM Diniyyah Pasia yakni Abdul Hasyim Mubarak, Shufaira Azzahra, Zita Ainiyah Putri Hamdani, Feiroza El Hannan, Syarifatul Husna, dan Adhika Putra Wanty. Mereka akan didampingi dua guru Bahasa Arab, Ustaz Maldison, M.Pd. dan Ustazah Nofriyeni, MMLS.

Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Nasional dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 November 2026 di Jakarta.

Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan akademik, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab, sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi memberikan motivasi khusus kepada keenam santri.

Ia mengajak mereka menjadikan perjalanan dan perjuangan tokoh-tokoh besar bangsa sebagai inspirasi dalam menuntut ilmu, membangun karakter, serta meraih prestasi.

Baca Juga  Belajar Jadi Pemimpin, 82 Santri PPM Diniyyah Kunjungi Lingkungan Pemerintahan Sumbar

Sejumlah tokoh yang disebut Mahyeldi di antaranya Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, Mohammad Natsir, serta tokoh perempuan Minangkabau seperti Rohana Kudus, Rasuna Said, dan Rahmah El Yunusiyah.

Menurut Mahyeldi, para tokoh tersebut telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan, pendidikan, pemikiran, dan keberanian merupakan kekuatan penting dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Nilai-nilai perjuangan itu harus terus diwariskan kepada generasi muda, termasuk para santri,” kata Mahyeldi

Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak sekadar datang untuk memenuhi undangan kompetisi, melainkan memiliki tekad kuat untuk memberikan kemampuan terbaik dan memperjuangkan kemenangan.

“Jadilah seperti para pejuang terdahulu. Mereka berjuang dengan ilmu, keberanian, dan pengorbanan. Begitu pula dalam perlombaan ini, berusahalah semaksimal mungkin agar dapat meraih kemenangan dan membawa nama baik Sumatera Barat,” pesan Mahyeldi.

Gubernur berharap keikutsertaan enam santri tersebut dapat menjadi bukti bahwa pesantren di Sumatera Barat mampu melahirkan generasi berprestasi dan memiliki daya saing di tingkat nasional.

Ia juga berharap pencapaian mereka nantinya menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan daerah.

Sementara itu, Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustaz Nashran Nazir, menyampaikan bahwa keikutsertaan enam santri dalam olimpiade tersebut merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam membangun tradisi keilmuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga  Inovasi di Pesantren, Santriwati Diniyyah Pasia Olah Hasil Eksperimen Toge Jadi Masakan

Menurutnya, penguasaan bahasa Arab menjadi salah satu kompetensi penting yang terus dikembangkan melalui proses pembelajaran dan pembinaan secara berkelanjutan.

Kompetisi nasional juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengukur kemampuan sekaligus mengembangkan potensi akademik.

“Partisipasi dalam Olimpiade Bahasa Arab merupakan bagian dari upaya membangun tradisi keilmuan, meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab, serta mendorong para santri untuk mengembangkan kemampuan akademik,” ungkap Nashran.

Ia berharap persiapan dan pembinaan yang telah dilakukan para guru dapat menjadi bekal bagi keenam santri untuk tampil maksimal selama perlombaan.

Dukungan dari pimpinan pondok, orang tua, dan masyarakat Sumatera Barat juga menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta.

Nashran menegaskan, keberangkatan enam santri tersebut bukan hanya membawa nama PPM Diniyyah Pasia, tetapi juga membawa harapan masyarakat Sumatera Barat agar mampu menorehkan prestasi dan mengharumkan nama daerah melalui kompetisi bahasa Arab tingkat nasional.

“Semoga perjuangan anak-anak kami membuahkan hasil terbaik dan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, berprestasi, serta berani bersaing hingga tingkat internasional,” pungkasnya.