Tanah DatarBeritaEkonomiSumbar

Jagung Langka, Peternak Ayam di Tanah Datar Terancam Gulung Tikar

×

Jagung Langka, Peternak Ayam di Tanah Datar Terancam Gulung Tikar

Sebarkan artikel ini
Jagung ayam
Jagung ayam

INGATLAH.COM – Kelangkaan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak mulai mengancam keberlangsungan usaha puluhan peternak ayam di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Para peternak meminta pemerintah daerah turun tangan untuk mengatasi persoalan pasokan yang semakin sulit dipenuhi.

Persoalan tersebut disampaikan perwakilan peternak ayam saat menemui Bupati Tanah Datar Eka Putra di ruang kerjanya di Pagaruyung.

Pertemuan itu turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Perwakilan peternak, Ari, mengapresiasi respons bupati yang menerima keluhan mereka.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat program ketahanan pangan, terutama melalui peningkatan produksi jagung lokal dan pemberian alokasi jagung bersubsidi dari pemerintah melalui Bulog.

Baca Juga  Gunung Marapi Erupsi 1.200 Meter, PVMBG Ingatkan Bahaya Lahar Hujan

Menurut Ari, jagung menjadi kebutuhan utama bagi peternak ayam petelur maupun pedaging. Jika pasokan tidak segera tersedia, sejumlah peternak terancam menghentikan operasional usahanya.

Kondisi ini juga berpotensi menyulitkan mereka membayar pinjaman modal kepada perbankan.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah akan berupaya membantu peternak melalui peningkatan produksi jagung lokal.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyediakan bibit berkualitas dan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami jagung.

Eka mengungkapkan, kebutuhan jagung untuk peternakan ayam di Tanah Datar mencapai 600 ton per hari.

Sementara itu, produksi jagung petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Untuk itu, kami akan memanfaatkan lahan kosong untuk penanaman jagung. Syaratnya, kami akan bekerja sama dengan peternak dalam bentuk kelompok tani,” kata Eka.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Lantik Syahril Jadi Inspektur dan Empat Camat Baru

Selain mendorong produksi lokal, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memperjuangkan bantuan alokasi jagung dari Kementerian Pertanian.

Eka mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah mendata kebutuhan jagung setiap peternak.

Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan kuota bantuan agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami minta kerja sama seluruh peternak ayam untuk menyampaikan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, kuota setiap peternak menjadi jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap pendataan kebutuhan dan peningkatan produksi jagung dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam di Tanah Datar.