EkonomiBeritaSumbar

BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen, Sektor Makan Minum Melonjak

×

BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen, Sektor Makan Minum Melonjak

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi

INGATLAH.COM – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) tumbuh 4,69 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 16,61 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang dirilis Kamis (5/11/2026), pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III 2026 mencapai 4,75 persen. Namun, jika dibandingkan dengan triwulan II 2026, ekonomi Sumbar hanya tumbuh 0,02 persen.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan hasil penghitungan BPS menunjukkan ekonomi Sumbar tetap tumbuh secara tahunan pada triwulan III 2026.

Dari sisi lapangan usaha, selain sektor akomodasi dan makan minum, pertumbuhan tinggi juga terjadi pada administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11,79 persen.

Kemudian pengadaan listrik dan gas tumbuh 11,11 persen serta industri pengolahan sebesar 9,26 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 3,45 persen. Meski pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan sejumlah sektor lain, lapangan usaha ini masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Sumbar dengan kontribusi 22,52 persen.

Baca Juga  Jadwal Pengangkatan CPNS 2024 Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya

Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menyumbang 16,97 persen.

Selanjutnya, transportasi dan pergudangan berkontribusi 9,87 persen, industri pengolahan 9,50 persen, serta konstruksi 9,45 persen.

Kelima sektor tersebut secara keseluruhan menyumbang 68,30 persen terhadap perekonomian Sumbar.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang ekspor luar negeri yang meningkat 25,17 persen.

Konsumsi pemerintah tumbuh 10,30 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,45 persen, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) 3,99 persen, serta konsumsi rumah tangga 3,01 persen.

Di sisi lain, impor luar negeri juga meningkat 31,99 persen. Dalam perhitungan produk domestik regional bruto (PDRB), impor menjadi komponen pengurang.

Struktur ekonomi berdasarkan pengeluaran masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 50,62 persen. Berikutnya, PMTB menyumbang 30,75 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 9,09 persen.

BPS mencatat nilai PDRB Sumbar atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2026 mencapai Rp96,75 triliun.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp54,07 triliun.

Jika dibandingkan dengan triwulan II 2026, ekonomi Sumbar hanya tumbuh 0,02 persen. Dari sisi produksi, industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,89 persen, disusul jasa perusahaan sebesar 5,18 persen.

Baca Juga  Diskon Spesial Kebutuhan Dapur di Alfamart hingga 35% Hari Ini 6 Agustus 2024, Buruan Belanja!

Namun, sejumlah sektor mengalami kontraksi. Penurunan terdalam terjadi pada administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 18,98 persen. Sektor transportasi dan pergudangan juga turun 7,18 persen.

Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 31,85 persen dan PMTB meningkat 3,72 persen.

Sebaliknya, konsumsi LNPRT mengalami kontraksi 8,09 persen, konsumsi pemerintah turun 4,35 persen, dan konsumsi rumah tangga melemah 0,19 persen.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III 2026 berada di peringkat keenam dari 10 provinsi di Pulau Sumatera dengan capaian 4,69 persen.

Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,52 persen. Berikutnya, Sumatera Selatan tumbuh 5,06 persen, Lampung 5,02 persen, Sumatera Utara 4,86 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 4,82 persen.

Sumbar berada di atas Bengkulu yang tumbuh 4,66 persen, Riau 4,65 persen, Aceh 4,13 persen, dan Jambi 3,91 persen.

Secara keseluruhan, perekonomian Pulau Sumatera tumbuh 4,95 persen pada triwulan III 2026.