INGATLAH – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menegaskan pilihannya untuk tetap berada di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski wacana dirinya menjadi calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat mencuat.
Jokowi menganggap bahwa PPP sudah memiliki kader yang lebih layak untuk memimpin partai tersebut.
“Ndak lah. Di PPP itu banyak tokoh bagus yang lebih layak jadi ketua umum. Mereka punya kapasitas dan kompetensi,” ucap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Sabtu (7/6/2025).
Meski belum secara resmi dicalonkan menjadi ketua umum PSI, Jokowi mengaku lebih nyaman bersama partai yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep. “Saya di PSI saja lah. Tapi ya, di PSI juga saya belum dicalonkan,” katanya sambil tertawa.
Ketua DPP PKB, Daniel Johan, turut memberikan pandangan soal arah politik Jokowi ke depan. Ia menyebut bahwa PSI merupakan pilihan yang lebih realistis bagi Jokowi ketimbang PPP, terutama karena keberadaan Kaesang di dalam struktur partai tersebut.
“Maklum bila lebih pilih PSI, karena kan ada Kaesang di sana, mungkin PPP dirasa sulit kulturnya,” ujar Daniel kepada wartawan, Senin (9/6/2025).
Daniel juga menilai bahwa sistem internal PPP yang sudah mapan bisa menjadi hambatan bagi Jokowi untuk mengambil posisi puncak di partai tersebut.
“Wacana menjadikan Pak Jokowi sebagai calon ketua umum PPP akan sulit terwujud karena partai ini memiliki sistem organisasi yang sudah baku,” lanjutnya.
Meski demikian, Daniel menegaskan bahwa pilihan akhir tetap berada di tangan Jokowi. “Bebasnya Pak Jokowi mau ke mana. Tergantung hatinya Pak Jokowi lebih cocok ke mana,” katanya.
Wacana mengenai pencalonan Jokowi sebagai ketua umum PPP sendiri pertama kali muncul dari Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M. Romahurmuziy alias Rommy.
Ia mengungkapkan bahwa nama Jokowi sempat dibicarakan dalam lingkup internal sebagai sosok potensial untuk memimpin partai.
Namun, Rommy kemudian menambahkan bahwa saat ini fokus utama PPP lebih tertuju pada sosok Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Ia menyebut Amran sebagai figur yang dinilai paling realistis dan memiliki potensi besar untuk membawa PPP ke arah yang lebih baik. (*)




