BeritaSiak

Revitalisasi Istana Siak Dimulai, Afni Berhasil Perjuangkan Dana APBN

×

Revitalisasi Istana Siak Dimulai, Afni Berhasil Perjuangkan Dana APBN

Sebarkan artikel ini

 

SIAK – Perjuangan Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, memperjuangkan pelestarian warisan sejarah Kesultanan Siak ke pemerintah pusat mulai membuahkan hasil.

Revitalisasi Istana Asserayah Hasyimiyah dan Balairung Sri akhirnya mulai dikerjakandengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN.

Dukungan tersebut menjadi kabar baik bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak yang saat ini menghadapi keterbatasan ruang fiskal.

Sebab, pembiayaan revitalisasi dua bangunan bersejarah tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak.

Dimulainya pekerjaan revitalisasi ditandai dengan doa bersama yang dihadiri anggota DPRD Riau, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Forkopimda, Kamis (5/11/2026).

“Alhamdulillah, di tengah kondisi sempitnya ruang fiskal, rezeki Siak dilapangkan Allah SWT. Akhirnya dimulai pelaksanaan revitalisasi Istana Asserayah Hasyimiyah yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, dan Balairung Sri,” kata Afni.

Dukungan anggaran pemerintah pusat tersebut tidak terlepas dari upaya Afni menemui langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga  46 Paket Narkotika Disita dalam Penggerebekan di Bukittinggi, Tersangka Masih Diburu

Dalam pertemuan itu, Afni mengusulkan revitalisasi Istana Siak dan Balai Kerapatan Tinggi Siak, sekaligus mengundang Menteri Kebudayaan menghadiri kegiatan Julang Budaya Siak.

Pertemuan tersebut menjadi langkah Pemkab Siak untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat dalam menyelamatkan dan merawat peninggalan sejarah Melayu yang memiliki nilai penting bagi kebudayaan nasional.

Saat menerima Afni, Fadli Zon menyatakan komitmen pemerintah pusat mendukung pelestarian warisan budaya Melayu di Siak. Menurutnya, kebudayaan Melayu merupakan bagian penting dari akar kebudayaan Indonesia.

“Kebudayaan Melayu adalah bagian penting dari akar kebudayaan Indonesia. Siak memiliki warisan luar biasa, dari istana, manuskrip, hingga tradisi yang masih hidup. Pemerintah akan terus mendukung upaya pelestarian dan revitalisasi agar warisan ini tidak hilang dimakan waktu,” ujar Fadli.

Kini, dukungan tersebut mulai diwujudkan melalui pengerjaan revitalisasi Istana Asserayah Hasyimiyah dan Balairung Sri.

Selama proses pengerjaan, kedua bangunan bersejarah yang menjadi tujuan wisata tersebut ditutup sementara selama 60 hari kerja.

Meski demikian, wisatawan masih dapat mengabadikan dokumentasi kawasan Istana Siak dari luar bangunan.

Baca Juga  Grand Launching BOM Run 2026 Resmi Dilepas, Targetkan Hingga 10 Ribu Peserta

Afni berharap seluruh tahapan revitalisasi berjalan lancar sehingga kedua bangunan tersebut dapat kembali dikunjungi masyarakat dan wisatawan dengan kondisi yang lebih baik.

Ia menegaskan, revitalisasi bukan sekadar mempercantik bangunan atau meningkatkan kenyamanan pengunjung. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga peninggalan sejarah Kesultanan Siak agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Terlebih, Istana Asserayah Hasyimiyah dan Balairung Sri menyimpan jejak panjang perjalanan Kesultanan Siak, termasuk sejarah perjuangan Sultan Syarif Kasim II yang memberikan sumbangsih besar bagi kemerdekaan Indonesia.

Bupati perempuan pertama di Siak tersebut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kebudayaan atas dukungan anggaran revitalisasi.

Afni berharap perhatian pemerintah pusat tidak berhenti pada dua bangunan tersebut, tetapi berlanjut pada pelestarian situs-situs bersejarah lainnya di Kabupaten Siak yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.*