INGATLAH.COM – Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026, pesantren ini menerima dua penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas kontribusi dan capaian di bidang kepramukaan santri serta pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen PPM Diniyyah Pasia dalam membina santri agar tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, keterampilan, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri.
Penghargaan pertama berkaitan dengan partisipasi santri PPM Diniyyah Pasia dalam Perkemahan Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren membentuk santri yang disiplin, tangguh, berjiwa ksatria, serta mampu bekerja sama dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, penghargaan kedua diraih dalam kategori Terbaik II Pondok Pesantren dengan Jenis Usaha Kemandirian Ekonomi Terbanyak.
Penghargaan ini mencerminkan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan beragam unit usaha yang mendukung keberlangsungan pendidikan dan pembinaan santri.
Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut diterima oleh Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustaz H. Nashran Nazir, M.Pd., bersama Ketua Umum IADP Padang, Aldhy Darza Yustika.
Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustaz H. Nashran Nazir, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pesantren, mulai dari para asatidz, santri, hingga keluarga besar yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas dua penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada PPM Diniyyah Pasia. Penghargaan ini bukan semata-mata keberhasilan lembaga, melainkan buah dari ikhtiar, kerja keras, dan kebersamaan seluruh keluarga besar pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan, partisipasi santri dalam Perkemahan Santri Nusantara menjadi kesempatan penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan.
Sementara itu, penghargaan di bidang kemandirian ekonomi menjadi motivasi bagi pesantren untuk terus mengembangkan usaha produktif yang dapat memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat.
“Kami berharap santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, semangat berjuang, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. Begitu pula dalam bidang ekonomi, pesantren harus terus berupaya membangun kemandirian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Ustaz Nashran juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh asatidz, santri, dan keluarga besar PPM Diniyyah Pasia atas doa, dukungan, serta kontribusi yang telah diberikan selama ini.
“Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh asatidz, santri, dan keluarga besar. Semoga Allah senantiasa meridai setiap langkah perjuangan kita dalam meninggikan kalimat-Nya,” tuturnya.
Dua penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi PPM Diniyyah Pasia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan karakter santri, serta mengembangkan berbagai usaha kemandirian ekonomi pesantren.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan umat serta bangsa.





