INGATLAH.COM – Di balik lorong-lorong sempit Kampung Panger, Kota Pekanbaru, peredaran narkotika rupanya masih berdenyut diam-diam.
Namun kali ini, denyut itu berhasil dihentikan.
Senin sore (29/6) menjadi titik balik. Berawal dari laporan warga yang resah, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bergerak senyap.
Informasi yang masuk bukan sekadar kabar biasa melainkan sinyal bahwa transaksi sabu masih berlangsung di Jalan Pangeran Hidayat, Gang Ubudiah.
Tanpa banyak suara, tim opsnal Subdit II turun ke lapangan.
Metode undercover buy pun digunakan sebuah strategi yang menuntut kesabaran, ketelitian, dan keberanian.
Hingga akhirnya, momen yang ditunggu datang.
Transaksi terjadi. Dan dalam hitungan detik, petugas langsung bergerak.
Seorang pria berinisial BS tak berkutik saat diamankan di lokasi.
Wajahnya mungkin tenang, tetapi jejak yang ia tinggalkan berbicara sebaliknya.
Dari saku celananya, petugas menemukan 26 paket kecil sabu. Namun pengungkapan tak berhenti di sana.
Seolah menyimpan rahasia lain, lokasi itu kembali disisir. Hasilnya, 27 paket sabu tambahan ditemukan tersembunyi di atas tiang rumah tepat di depan tempat yang diduga menjadi titik transaksi.
Total 53 paket sabu dengan berat kotor 10,40 gram berhasil diamankan.
Bersama itu, turut disita uang tunai Rp100 ribu serta dua unit telepon genggam yang diduga menjadi alat komunikasi dalam bisnis haram tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran masyarakat.
“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui operasi yang terukur agar jaringan peredaran narkotika dapat diputus,” ujarnya, Kamis (2/7).
Di hadapan penyidik, BS tak banyak mengelak. Ia mengakui seluruh barang bukti adalah miliknya.
Bahkan, ia menyebut sosok lain berinisial U sebagai pemasok utama nama yang kini masuk dalam daftar buruan polisi.
Dari pengakuannya, BS diketahui telah meraup keuntungan sekitar Rp1,3 juta dari bisnis tersebut, meski baru menjual satu paket seharga Rp100 ribu.
Ironisnya, hasil tes urine menunjukkan BS juga positif metamfetamin menandakan bahwa ia bukan hanya pengedar, tetapi juga pengguna.
Kini, kasus ini belum berhenti. Polda Riau terus mengembangkan penyelidikan untuk memburu sosok U dan mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih besar di balik peredaran sabu di kawasan tersebut.
Di Kampung Panger, satu mata rantai mungkin telah diputus.
Namun perang melawan narkotika masih panjang dan kewaspadaan tak boleh surut.





