EkonomiBeritaPasaman Barat

1.500 Batang Pepaya Jadi Saksi Perjuangan Nurlela Membangun Usaha Bersama KUPEDES BRI

×

1.500 Batang Pepaya Jadi Saksi Perjuangan Nurlela Membangun Usaha Bersama KUPEDES BRI

Sebarkan artikel ini
1.500 Batang Pepaya Jadi Saksi Perjuangan Nurlela Membangun Usaha Bersama KUPEDES BRI
1.500 Batang Pepaya Jadi Saksi Perjuangan Nurlela Membangun Usaha Bersama KUPEDES BRI

INGATLAH.COM – Di atas lahan seluas 1,5 hektare di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tumbuh sekitar 1.500 batang tanaman pepaya yang menyimpan harapan besar bagi Nurlela dan keluarganya.

Bagi Nurlela, setiap batang pepaya yang tumbuh bukan sekadar tanaman perkebunan.

Di balik hijaunya dedaunan dan proses perawatan yang dilakukan setiap hari, ada impian untuk membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik.

Bersama suaminya, Jualisman, Nurlela memberanikan diri merintis usaha perebunan pepaya.

Meski baru berjalan kurang dari satu tahun, keduanya telah berhasil mengembangkan kebun dengan luas mencapai 1,5 hektare.

Bukan perjalanan yang mudah untuk membangun usaha dari awal. Ada kerja keras, ketekunan, dan kesabaran yang harus dijalani.

Setiap tanaman membutuhkan perhatian agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas.

Nurlela dan suaminya menyadari bahwa membangun perkebunan tidak cukup hanya dengan keberanian menanam.

Perawatan tanaman, pemenuhan kebutuhan operasional, hingga kesiapan modal menjadi bagian penting yang harus diperhatikan agar usaha dapat terus bertahan dan berkembang.

Di tengah perjalanan tersebut, akses permodalan menjadi salah satu dukungan penting bagi Nurlela dalam mengembangkan perkebunan yang dirintis bersama suaminya.

Baca Juga  Kasus Korupsi Dana KUR, Dua Pegawai BRI di Padang Divonis Penjara

Harapan itu kemudian mendapat dukungan melalui fasilitas Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) dari BRI Cabang Simpang Empat.

Pembiayaan tersebut membantu memenuhi kebutuhan modal usaha, terutama untuk menunjang perawatan dan pengembangan kebun pepaya miliknya.

Kehadiran fasilitas pembiayaan ini menjadi salah satu dorongan bagi Nurlela dan Jualisman untuk terus mengoptimalkan pengelolaan perkebunan.

Mereka berharap, dengan perawatan yang semakin baik, produktivitas tanaman dapat meningkat dan memberikan hasil yang lebih menjanjikan.

Kisah Nurlela menjadi gambaran bahwa peluang usaha dapat tumbuh dari lingkungan pedesaan.

Dengan keberanian memulai, kemauan bekerja keras, serta dukungan akses pembiayaan, sektor pertanian dan perkebunan memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi penopang ekonomi keluarga.

Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Fachrizzu, mengatakan BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk petani dan pelaku usaha produktif di wilayah pedesaan.

Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Karena itu, dukungan pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha yang dimiliki.

“BRI percaya bahwa setiap usaha memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Melalui fasilitas KUPEDES, kami berharap dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktifnya. Kami ingin terus hadir mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga,” ujar Fachrizzu.

Baca Juga  Kepala KCP BRI Ditemukan Tewas di Bekasi, Diduga Korban Penculikan

Ia menambahkan, BRI ingin terus menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam membangun usaha.

Melalui layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan, para pelaku usaha diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.

Bagi Nurlela, perjalanan mengembangkan perkebunan pepaya bersama suaminya masih panjang.

Sebanyak 1.500 batang pepaya yang kini dirawat menjadi awal dari sebuah perjuangan yang ingin terus mereka besarkan.

Ada harapan agar kebun tersebut kelak menghasilkan panen yang lebih baik, memberikan pendapatan yang semakin stabil, dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi keluarga.

Dari Kecamatan Kinali, Nurlela membuktikan bahwa sebuah impian tidak harus dimulai dengan usaha yang besar.

Terkadang, cukup dengan keberanian menanam benih pertama, ketekunan merawatnya, dan keyakinan untuk terus melangkah.

Melalui KUPEDES, BRI berupaya mendukung perjalanan para pelaku usaha produktif seperti Nurlela.

Sebab, di balik usaha kecil yang mulai tumbuh, terdapat harapan besar untuk membangun kehidupan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pedesaan.