BeritaSiak

Bupati Afni Perkuat Ekonomi Siak Lewat Investasi Rp1,6 Triliun di KITB

×

Bupati Afni Perkuat Ekonomi Siak Lewat Investasi Rp1,6 Triliun di KITB

Sebarkan artikel ini
Bupati Afni Perkuat Ekonomi Siak Lewat Investasi Rp1,6 Triliun di KITB
Bupati Afni saat berdiskusi sola memperkuat ekonomi Siak lewat investasi Rp1,6 Triliun di KITB.(inf)

SIAK – Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, mulai menarik investasi industri hilir kelapa sawit.

PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) memulai pembangunan fasilitas industri dengan total rencana investasi mencapai Rp1,6 triliun.

Investasi tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp800 miliar, sedangkan Rp800 miliar lainnya dialokasikan untuk pengembangan lanjutan, termasuk fasilitas pengolahan minyak turunan untuk produk makanan seperti margarin dan special fats*

Dimulainya pembangunan PT ORI ditandai dengan pekerjaan awal di lokasi usaha, meliputi penimbunan dan pematangan lahan serta pemancangan *spun pile* sebagai persiapan pembangunan infrastruktur industri.

Bupati Siak Afni menyebut investasi PT ORI sebagai investasi industri kedua yang diresmikan pada masa pemerintahannya di KITB, setelah industri galangan kapal.

Kehadiran investasi ini diharapkan menjadi momentum pengembangan kawasan industri tersebut sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Siak.

“PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kita resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama,” kata Afni saat peresmian, Kamis (8/10/2026).

Pada tahap pertama, PT ORI merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas utama, yakni tangki penyimpanan (storage tank), pabrik pengolahan (refinery plant) berkapasitas 1.100 ton per hari, fasilitas biofuel enzimatik berkapasitas 1.000 ton per hari, pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 ton per jam, serta dermaga atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Baca Juga  Harga Sawit Plasma Riau Pekan Ini Tembus Rp3.679/Kg

Perusahaan juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung berupa instalasi pengolahan air, fasilitas biogas, instalasi pengolahan air limbah, bengkel, dan gudang. Seluruh fasilitas tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kesiapan proyek dan kebutuhan industri.

Afni mengatakan, investasi PT ORI menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi kelapa sawit di Siak. Ia berharap pengolahan komoditas tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui pengembangan produk turunan dan kegiatan ekspor.

“Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO bisa selesai dari KITB Siak. Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaallah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaallah akan kita bangun kembali,” ujarnya.

Selain mendorong investasi, Afni menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kawasan industri. Ia meminta agar tenaga kerja yang direkrut berasal dari putra-putri Siak, sementara tenaga ahli dari luar daerah diharapkan dapat berbagi pengetahuan dengan pekerja setempat.

Baca Juga  Disambut Hangat Kapolda Riau, Pangdam I/BB: Ini Kehormatan Luar Biasa

“Tenaga kerja wajib hukumnya putra-putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri,” tegasnya.

Afni menambahkan, pengembangan sektor industri diharapkan dapat menjadi alternatif sumber ekonomi daerah di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya transfer ke daerah (TKD) dan penurunan dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi.

“Siak adalah negeri bertuah. Insyaallah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, mengatakan investasi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan industri berbasis kelapa sawit dan produk turunannya sekaligus memanfaatkan potensi KITB.

Menurut dia, pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya diharapkan dapat memperkuat hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Siak.

PT ORI berharap proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah. Perusahaan menyatakan pembangunan dan pengembangan fasilitas akan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta ketentuan yang berlaku. (Infotorial)