RiauPekanbaru

Ditbinmas Polda Riau dan BBKSDA Siapkan Restorasi Produktif di SM Bukit Rimbang Baling

×

Ditbinmas Polda Riau dan BBKSDA Siapkan Restorasi Produktif di SM Bukit Rimbang Baling

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyiapkan program restorasi produktif di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling.

Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar pada Senin (26/10/2026) lalu.

Kegiatan ini bertujuan memulihkan kawasan yang terdampak pelanggaran sekaligus membuka peluang sumber penghidupan bagi masyarakat yang tinggal di dalam maupun sekitar kawasan hutan.

Program restorasi produktif ini merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, dalam rangka mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Jakarta.

Baca Juga  Kejati Riau Sita SPBU di Kampar Terkait Dugaan Korupsi Dana PI 10 Persen PHR

Melalui proyek perubahan tersebut, Ditbinmas Polda Riau mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat agar tidak melakukan aktivitas ilegal di kawasan konservasi, terutama penanaman kelapa sawit di dalam kawasan hutan.

Sebagai alternatif, masyarakat secara bertahap diarahkan untuk menanam pohon produktif dan tanaman sela yang sesuai dengan karakteristik kawasan, seperti aren, petai, durian hutan, jengkol, serta jenis tanaman lainnya.

“Proyek perubahan ini sangat sejalan dengan visi misi pengelolaan kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling yang memperhatikan keberadaan masyarakat dan pemukimannya di dalam kawasan,” ujar Kombes Eko, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, dalam pembagian ruang atau blok pengelolaan kawasan, keberadaan masyarakat beserta ruang kelolanya telah ditempatkan pada blok khusus.

Baca Juga  Seminggu Lagi Panen, Kebun Semangka Untung Ludes Dilalap Kawanan Gajah di Pekanbaru

Karena itu, salah satu langkah yang akan dilakukan melalui program ini adalah memberikan bantuan bibit tanaman aren dan tanaman kehutanan lainnya untuk ditanam sebagai tanaman sela di kebun karet yang selama ini dikelola masyarakat.

Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperoleh manfaat ekonomi dari lahan yang dikelola tanpa harus melakukan aktivitas yang bertentangan dengan upaya pelestarian kawasan konservasi.

“Semoga sinergi ini bisa mendorong pada upaya adanya manfaat yang nyata kawasan konservasi bagi masyarakat di dalam dan sekitarnya,” pungkas Kombes Eko.