PADANG – Pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi menjadi perhatian dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menerima rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi X, Agung Widyantoro, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Sebelum melakukan pertemuan, rombongan terlebih dahulu meninjau rehabilitasi SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, serta SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Kedua sekolah tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Peninjauan turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen Biyanto, serta sejumlah kepala balai dan kepala dinas terkait di lingkungan Pemko Padang.
Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, sebanyak 15 SD mendapatkan bantuan revitalisasi pascabencana dari pemerintah pusat. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp7,74 miliar dengan pengerjaan dimulai sejak April 2026.
Maigus Nasir berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penanganan sekolah yang berada di kawasan rawan banjir. Menurutnya, upaya tersebut perlu dibarengi normalisasi aliran sungai, penguatan infrastruktur, serta revitalisasi sekolah yang terdampak bencana.
“Sekolah-sekolah yang berada di pinggir sungai membutuhkan dukungan untuk normalisasi dan penguatan infrastruktur. Kami juga berharap Komisi X mendorong sekolah di Kota Padang menjadi prioritas revitalisasi pada 2026 maupun diusulkan untuk 2027,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan, pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan perlu berjalan bersama penguatan mitigasi bencana. Saat ini, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) telah diterapkan di 130 sekolah di Kota Padang.
Pendidikan mengenai kebencanaan juga terus didorong agar menjadi bagian dari pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi potensi bencana.
Selain sektor kebencanaan, Pemko Padang juga terus memperkuat bidang pendidikan melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Padang Juara dan Smart Surau. Di sektor pariwisata, pemerintah daerah mengembangkan program Jelajah Padang untuk memperkuat posisi Padang sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata.
Menanggapi aspirasi Pemko Padang, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menyatakan bahwa masukan tersebut akan dibawa sebagai bahan pengawasan sekaligus rekomendasi kepada pemerintah pusat.
“Kita siap mendorong pemulihan sektor pendidikan dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemerataan akses belajar serta mitigasi risiko bencana dalam pembangunan kembali sarana pendidikan,” tegas Agung.
Ia juga menilai pembangunan kembali infrastruktur sekolah perlu memperhatikan aspek ketangguhan dan keamanan agar mampu menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.





