BeritaNasionalUtama

1.730 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2026, Banjir dan Karhutla Mendominasi

×

1.730 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2026, Banjir dan Karhutla Mendominasi

Sebarkan artikel ini
Pesawat Tempur F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Ikut Pantau Karhutla di Riau dari Udara
Pesawat Tempur F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Ikut Pantau Karhutla di Riau dari Udara

INGATLAH.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026 hingga 7 September.

Data tersebut menunjukkan bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman utama di Indonesia. Dampaknya pun cukup besar, mulai dari kerusakan rumah warga hingga fasilitas publik.

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan, seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia berada dalam tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.

“Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi,” ujar Rustian dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Dari total tersebut, karhutla menjadi bencana dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 627 kasus.

Baca Juga  Tiga Laga Tanpa Menang, Eduardo Perez Fokus 24 Jam Demi Persebaya Bangkit

Banjir berada di urutan berikutnya dengan 543 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 324 kejadian.

Selain itu, tercatat 105 kejadian tanah longsor, 101 kekeringan, serta 14 kejadian gelombang pasang dan abrasi.

Untuk bencana geologi, BNPB mencatat terdapat 13 kejadian gempa bumi dan tiga erupsi gunung api selama periode tersebut.

Rangkaian bencana tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup besar. BNPB mencatat sebanyak 111.533 unit rumah warga terdampak.

Dari jumlah itu, sebanyak 29.143 rumah mengalami kerusakan berat, 24.521 rumah rusak sedang, sementara 57.869 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik. BNPB mencatat 2.361 fasilitas pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, dan 751 perkantoran terdampak bencana.

Baca Juga  Mereka Selamat dari Amukan Bencana, Tapi Tidak dari Ingatan

Selain itu, sebanyak 92 jembatan dilaporkan terputus akibat berbagai kejadian bencana tersebut.

BNPB memastikan penanganan terhadap wilayah terdampak terus dilakukan. Upaya tersebut mencakup percepatan penanganan masa darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah juga mengerahkan sumber daya nasional serta memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Untuk mendukung penanganan bencana pada tahun mendatang, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,12 triliun.

Anggaran tersebut termasuk alokasi khusus senilai Rp126,24 miliar untuk percepatan pemulihan pascabencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat