INGATLAH.COM – PSPS Pekanbaru akan memulai perjuangannya di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027 dengan ujian berat.
Askar Bertuah harus bertandang ke markas PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Jawa Tengah.
Laga itu dijadwalkan Jumat (11/9/2026) malam.
Pertandingan perdana tersebut dijadwalkan kick-off pukul 19.00 WIB.
Laga ini menjadi panggung pertama bagi skuad PSPS untuk membuktikan hasil persiapan panjang yang telah dilakukan sebelum kompetisi resmi bergulir.
Bagi PSPS, duel menghadapi PSIS bukan sekadar laga pembuka.
Pertandingan tersebut menjadi ujian sesungguhnya bagi tim besutan Akhyar Ilyas setelah menjalani latihan intensif dan sejumlah pertandingan uji coba dalam beberapa pekan terakhir.
Hasil dari rangkaian persiapan itu kini harus diterjemahkan menjadi permainan kompetitif.
Apalagi, PSPS langsung menghadapi laga tandang dengan atmosfer pertandingan yang tentu berbeda dibandingkan laga uji coba.
Pelatih Akhyar Ilyas dituntut mampu meramu strategi terbaik dengan materi pemain yang telah disiapkan manajemen.
Kepercayaan diri, kedisiplinan, kekompakan dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan bakal menjadi modal penting Askar Bertuah.
PSPS tentu datang dengan ambisi mencuri poin dari Stadion Jatidiri. Jika mampu membawa pulang kemenangan, hasil tersebut akan menjadi start ideal bagi perjalanan mereka di Liga 2 musim ini.
Namun, misi tersebut tidak mudah. PSIS memiliki keuntungan tampil di hadapan pendukung sendiri.
Karena itu, PSPS harus mampu mengantisipasi tekanan sejak menit awal sekaligus memanfaatkan setiap peluang yang didapat.
Dari sisi komposisi pemain, PSPS kini telah memiliki skuad yang relatif lengkap. Manajemen sebelumnya memastikan seluruh persiapan tim terus dikebut sebelum kompetisi dimulai.
Salah satu perkembangan terbaru adalah kepastian bergabungnya pemain asing ketiga, Luiz Henrique Santana Motta.
Bek tengah asal Brasil tersebut resmi menjadi bagian dari skuad Askar Bertuah setelah sempat menjadi tanda tanya selama hampir sebulan.
Luiz Motta melengkapi kuota pemain asing PSPS yang sebelumnya telah diisi dua pemain asal Brasil, yakni Antonio Gamaroni sebagai penyerang dan Matheus Henrique yang beroperasi sebagai gelandang serang.
Dengan demikian, PSPS kini memiliki trio Brasil yang diharapkan mampu memberikan kontribusi penting di masing-masing lini.
Kehadiran Luiz Motta juga memiliki cerita tersendiri. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut sebenarnya bukan sosok baru dalam radar PSPS.
Ia sebelumnya hampir bergabung dengan Askar Bertuah pada musim lalu.
Namun, rencana tersebut batal setelah Luiz Motta mengalami persoalan medis.
Kini, setelah menjalani proses yang diperlukan, sang pemain akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk memperkuat PSPS.
Kehadirannya diharapkan tidak hanya menambah kedalaman skuad di sektor pertahanan, tetapi juga memperkuat keseimbangan komposisi pemain asing PSPS.
Manager PSPS Pekanbaru, Miftakhul Fahamsyah, menyebut persiapan tim untuk menghadapi kompetisi musim baru sudah memasuki tahap akhir.
Menurutnya, program latihan dan sejumlah pertandingan uji coba telah menjadi bagian penting untuk membentuk kesiapan skuad sebelum menghadapi pertandingan resmi.
“Persiapan boleh dibilang 90 persen. Skuad sudah komplet. Rangkaian uji coba juga sudah dijalani. Sekarang persiapan akhir masuk ke kompetisi,” ujar Miftakhul.
Setelah Luiz Motta resmi bergabung, PSPS kini memiliki total 28 pemain.
Jumlah tersebut memberikan keleluasaan bagi Akhyar dalam menentukan komposisi terbaik sekaligus menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.
Meski persiapan disebut telah mencapai 90 persen, pekerjaan PSPS belum selesai. Laga resmi membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar kemampuan teknis.
Mental bertanding, komunikasi antarpemain dan kemampuan mempertahankan fokus akan sangat menentukan, terlebih laga pertama langsung dimainkan di kandang lawan.
Perjalanan PSPS di Liga 2 2026/2027 juga diprediksi berlangsung ketat. Askar Bertuah harus bersaing dengan sejumlah klub yang memiliki pengalaman dan kekuatan cukup diperhitungkan.
Beberapa tim yang akan menjadi pesaing PSPS di antaranya Semen Padang FC, Persiku Kudus, Sumsel United, Adhyaksa FC Bekasi, PSMS Medan, PSGC Ciamis, Persiraja Banda Aceh hingga Persikad Depok.
Dengan persaingan yang ketat tersebut, setiap poin akan memiliki arti penting. Bagi PSPS, raihan poin dalam pertandingan tandang bisa menjadi modal berharga untuk menjaga peluang bersaing di papan klasemen.
Karena itu, duel melawan PSIS Semarang menjadi lebih dari sekadar laga pembuka. Pertandingan ini menjadi titik awal untuk melihat sejauh mana wajah baru PSPS mampu bersaing di level kompetitif.
Perhatian kini tertuju ke Stadion Jatidiri. Strategi Akhyar Ilyas, ketajaman Antonio Gamaroni, kreativitas Matheus Henrique serta kekuatan lini belakang yang diperkuat Luiz Motta akan menjadi bagian yang menarik untuk dinantikan.
Trio Brasil tersebut juga dituntut memberikan kontribusi nyata. Mereka bukan sekadar pelengkap kuota pemain asing, tetapi diharapkan menjadi bagian penting dari kekuatan PSPS sepanjang musim.
Dengan skuad yang telah komplet, 28 pemain yang tersedia, persiapan yang disebut mencapai 90 persen dan pengalaman Akhyar Ilyas di kompetisi Liga 2, Askar Bertuah memiliki modal untuk menatap musim baru dengan optimisme.
Namun, semua modal tersebut baru akan memiliki arti ketika pertandingan dimulai.
Jumat malam di Stadion Jatidiri akan menjadi ujian pertama PSPS Pekanbaru. Laga melawan PSIS sekaligus menjadi kesempatan bagi Askar Bertuah untuk menunjukkan bahwa mereka datang ke Liga 2 2026/2027 bukan sekadar sebagai pelengkap.
Mencuri poin di kandang PSIS menjadi tantangan awal. Jika berhasil membawa pulang hasil positif, PSPS bukan hanya mendapatkan tambahan angka, tetapi juga suntikan kepercayaan diri untuk menatap perjalanan panjang musim 2026/2027.





