Pekanbaru

18 Tahun Penulisan, Autobiografi Saleh Djasit Resmi Diluncurkan di Balai Adat LAMR

×

18 Tahun Penulisan, Autobiografi Saleh Djasit Resmi Diluncurkan di Balai Adat LAMR

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Peluncuran buku autobiografi Saleh Djasit berjudul Jalan Hidup Anak Pujud berlangsung khidmat di Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Rabu (15/4/2026). Karya setebal 428 halaman ini menjadi penanda perjalanan panjang pengabdian tokoh Riau tersebut.

Buku yang terdiri dari 13 bab dan diterbitkan oleh Taman Karya itu ditaja oleh LAMR Provinsi Riau, serta dihadiri sejumlah tokoh penting daerah. Di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau melalui Sekdaprov Syahrial Abdi, Ketua Umum MKA LAMR Marjohan Yusuf, dan Ketua Umum DPH LAMR Taufik Ikram Jamil.

Sejumlah mantan Gubernur Riau juga tampak hadir, seperti Wan Abu Bakar, Wan Thamrin, Syamsuar, serta Andi Rahman, bersama tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda se-Riau.

Baca Juga  Brimob Polda Riau Gelar Donor Darah dan Sunat Massal dalam Rangka HUT ke-80 Korps Brimob Polri

Acara diawali dengan alunan musik instrumental Melayu yang menghadirkan suasana adat yang kental. Prosesi pembukaan dipandu oleh Pebilang Puan Siti Salmah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Sabri Fazil, SH dan Fauziah Maharani. Nuansa semakin syahdu saat Puan Siska Armiza membacakan syair Melayu di hadapan para undangan.

Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyampaikan apresiasi terhadap sosok Saleh Djasit yang dinilai berjasa besar dalam menempatkan adat dan budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan di Riau. Ia menegaskan, visi Riau sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara yang dirintis pada masa kepemimpinan Saleh Djasit masih relevan hingga kini.

“Semangat beliau dalam menjaga marwah budaya Melayu patut menjadi teladan, terlebih di usia lanjut masih produktif menulis,” ujarnya.

Baca Juga  Ditresnarkoba Polda Riau Tangkap Pengedar Sabu di Rohil, 24 Gram Barang Bukti Diamankan

Sementara itu, dalam sekapur sirihnya, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa proses penulisan buku tersebut telah dimulai sejak 2008 dan baru rampung setelah 18 tahun. Penyusunan buku ini turut dibantu tiga editor serta didorong oleh almarhum Chaidir yang menulis kata pengantar.

Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga referensi bagi keluarga dan masyarakat luas, sekaligus meluruskan perjalanan hidup yang pernah ia jalani.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi adat arak-arakan buku dan tepuk tepung tawar yang diiringi gendang panjang serta nafiri. Momen dilanjutkan dengan penandatanganan sampul buku, penyerahan buku dan sertifikat kepada para pemberi testimoni, serta penayangan videografi yang mengulas isi dan perjalanan penulisan karya tersebut.