INGATLAH – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Palembayan pada Senin (16/2/2026) kemarin sejak siang hingga malam hari memicu bencana alam di beberapa titik berbeda.
Hingga kini, Selasa (17/2/2026) wilayah tersebut kini berstatus siaga setelah banjir dan tanah longsor melumpuhkan beberapa akses jalan.
Tercatat tiga titik terdampak luapan air, sementara empat titik lainnya di datangi material longsor.
Kondisi ini dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Nanggang akibat curah hujan yang ekstrem.
Bencana banjir terparah dilaporkan terjadi di Jalan Nasional Manggopoh-Simpang Ampek, tepatnya di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat.
Ketinggian air yang mencapai 70 sentimeter menyebabkan arus lalu lintas terputus bagi kendaraan roda empat.
Dampak banjir tersebar di beberapa titik, antara lain:
Jorong Muaro Kandang, sekitar 50 unit rumah terendam air. Jorong Tapian Kandih, sebanyak 25 unit rumah terdampak dengan ketinggian air 35 sentimeter.
Kemudian Jorong Ngungun, luapan air merendam tujuh unit rumah warga dan jalan provinsi setinggi 20 sentimeter dan Nagari Tigo Koto Silungkang beberapa titik mengalami longsor sehingga sempat menghambat lalu lintas warga
Kawasan Muaro Kandang dan Tapian Kandih diketahui merupakan wilayah yang kerap menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan meningkat.
Selain banjir, material longsor menutup akses mobilitas masyarakat di beberapa lokasi. Di Lubuk Gadang, Nagari Ampek Koto Palembayan, material setinggi dua meter dengan panjang 10 meter menutup total akses jalan.
Kondisi serupa terjadi di Simpang Sawit Tonggo dan sekitarnya, di mana material longsor dengan ketinggian hingga dua meter menutupi badan jalan.
Akibatnya, jalur Provinsi Padang Koto Gadang menuju Matur terputus total dan tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban yang dilaporkan dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Petugas lapangan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan Forkopimca dan BPBD Kabupaten Agam guna langkah penanganan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi, yang dikhawatirkan dapat memicu bencana lanjutan di titik-titik rawan longsor dan banjir. (*)





