BeritaEkonomi

Pengangguran di Sawahlunto Turun Jadi 4,64 Persen pada 2025, BPS Ungkap Penyebabnya

×

Pengangguran di Sawahlunto Turun Jadi 4,64 Persen pada 2025, BPS Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pengangguran. (Foto: Infografis/Aristya Rahadian Krisabella)
Ilustrasi Pengangguran. (Foto: Infografis/Aristya Rahadian Krisabella)

INGATLAH.COM – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sawahlunto menunjukkan tren membaik.

Pada 2025, angka pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,64 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,55 persen.

Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sawahlunto, Arieswaty, mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, TPT di kota tersebut mengalami fluktuasi.

Pada 2023, angka pengangguran berada di 4,98 persen, kemudian meningkat pada 2024, sebelum akhirnya kembali menurun di 2025.

“Selama tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka di Kota Sawahlunto memang berfluktuasi,” ujar Arieswaty kepada Singgalang, Senin (5/1).

Baca Juga  Dua Pengangguran di Kampar Ditangkap Gara-Gara Narkoba, Begini Kasusnya

Menurutnya, penurunan TPT pada 2025 dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang positif serta meningkatnya partisipasi angkatan kerja, terutama yang beralih ke sektor informal dan kegiatan wirausaha.

Arieswaty menjelaskan, pergeseran tenaga kerja ke sektor informal turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran terbuka.

Secara statistik, masyarakat yang bekerja di sektor informal tetap dikategorikan sebagai bekerja, meskipun tidak memiliki pendapatan tetap maupun jaminan sosial.

“Iklim ekonomi yang tumbuh positif mendorong terbukanya berbagai peluang usaha, khususnya di sektor informal,” katanya.

Baca Juga  Pohon Tumbang Timpa Pagar Puskesmas, BPBD Padang Bergerak Cepat

Selain itu, berkembangnya sektor digital dan ekonomi kreatif seperti e-commerce, konten digital, dan jasa daring turut menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.

BPS juga mencatat meningkatnya jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di Sawahlunto sebagai faktor penting dalam menurunkan angka pengangguran terbuka.

Peran pemerintah dan BUMN melalui program bantuan modal serta pelatihan kewirausahaan dinilai memperkuat daya serap tenaga kerja di tingkat lokal