INGATLAH.COM – Suasana sejuk di Alam Mayang, Pekanbaru, menjadi saksi lahirnya semangat baru bagi ratusan Ketua OSIS dan perangkat pelajar SMA/SMK/MA se-Riau.
Mereka tak sekadar datang untuk belajar tentang lingkungan, tapi untuk menjadi agen perubahan sosial melalui gerakan Green Policing sebuah inisiatif Polda Riau yang menggabungkan nilai kepedulian ekologis dan tanggung jawab moral terhadap bumi.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat membuka Workshop Green Policing itu menegaskan bahwa generasi muda adalah ujung tombak perubahan sosial yang berkelanjutan, terutama di tengah tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks.
“Bagaimana kita bisa melakukan sentuhan langsung kepada masyarakat terhadap masalah yang muncul kalau kita tidak melakukan diagnosis sosial? Sama seperti dokter yang memeriksa pasien, kita juga harus mendiagnosis penyakit sosial yang ada di masyarakat,” ujar Kapolda Herry, di hadapan ratusan peserta.
Menurutnya, Green Policing bukan sekadar soal menanam pohon atau membersihkan lingkungan, tetapi merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyembuhkan ‘penyakit sosial’ dalam komunitas.
“Kalau sakitnya di kaki, tentu diobati kakinya. Kalau sakit kepala, ya diobati kepalanya. Begitu juga dengan masyarakat kita harus tahu di mana letak masalahnya agar bisa memberikan solusi yang tepat,” jelasnya.
Irjen Herry menjelaskan, gerakan Green Policing sejatinya adalah gerakan kultural dan edukatif.
Tujuannya membentuk karakter pelajar agar lebih peduli, peka, dan tanggap terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Ia berharap para Ketua OSIS mampu menjadi motor penggerak perubahan, menularkan semangat hijau di sekolah, komunitas, hingga dunia maya.
“Kami ingin para pelajar menjadi inspirasi, bukan hanya bagi teman-teman di sekolah, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tegasnya.
- Empat Janji Hijau dari Generasi Muda
Workshop yang berlangsung hangat itu ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pelajar Hijau dan pembagian bibit pohon kepada seluruh peserta.
Dalam deklarasi tersebut, para pelajar berkomitmen untuk:
- Menjaga kebersihan lingkungan di sekolah, rumah, dan sekitar, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Membiasakan diri menanam pohon dan melindungi satwa sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap alam.
- Berperan aktif dalam aksi lingkungan dan menciptakan ruang hidup yang bersih, sehat, serta produktif.
- Menjadi agen perubahan, mengajak teman, keluarga, dan masyarakat luas untuk ikut peduli terhadap lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga diajak dalam berbagai aktivitas edukatif seperti Seminar Lingkungan Hidup, Pembuatan Pupuk Organik, Tour Alam Mayang, Aksi Baik untuk Alam, Pembibitan Pohon, Orasi Sekolah Hijau, hingga Tour Tabung Harmoni Hijau.
Semua rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polda Riau untuk memperkuat nilai-nilai ekologis dan humanis di kalangan pelajar, sekaligus memperkenalkan wajah baru Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penjaga kehidupan dan keseimbangan alam.
Dengan Green Policing, Polri Riau menanam lebih dari sekadar pohon. Mereka menanam harapan bahwa dari tangan-tangan muda inilah, masa depan bumi bisa kembali hijau, teduh, dan penuh kehidupan. (*)





