BeritaUtama

Siswa SMP 7 Sawahlunto Ditemukan Meninggal dengan Dasi Melilit di Lehernya

×

Siswa SMP 7 Sawahlunto Ditemukan Meninggal dengan Dasi Melilit di Lehernya

Sebarkan artikel ini
Siswa SMP Negeri 7 Sawahlunto ditemukan meninggal dunia di dalam kelasnya. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Siswa di SMP Negeri Kota Sawahlunto ditemukan meninggal dunia di dalam kelas siang hari tepat di hari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Hal ini tentu membuat dunia pendidikan di Sawahlunto diselimuti kabar duka yang mengejutkan.

Siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Sawahlunto, berinisial BE (15), ditemukan meninggal dunia, Selasa (28/10)

Kapolsek Barangin, Ipda Gorahman, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan dari sekolah sesaat setelah azan Zuhur berkumandang, sekitar pukul 12.01 WIB.

“Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, korban berinisial BE (15) ditemukan sudah tidak bernyawa di ruang kelas dengan posisi tergeletak dan terdapat lilitan dasi di lehernya,” jelas Ipda Gorahman.

Baca Juga  Cerdas Cermat BerAKHLAK Meriahkan HUT ke-80 Sumbar

Saksi Melihat Korban Sempat Berpamitan

Berdasarkan keterangan dari saksi, insiden ini terjadi ketika seluruh siswa sedang mengikuti sesi pelajaran di laboratorium.

Korban sempat berpamitan untuk kembali ke kelas. Namun, ketika teman-temannya tiba di kelas sekitar pukul 11.45 WIB, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bergerak.

Jenazah korban segera dievakuasi menuju RSUD Sawahlunto untuk dilakukan tindakan visum et repertum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian, termasuk kemungkinan korban meninggal karena bunuh diri.

Alarm Kedua dalam Sebulan di Kota Layak Anak

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini. Ia menyoroti bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama kali terjadi.

Baca Juga  Simpan Paket Sabu di Rumah, Polresta Padang Tangkap Warga Kalumbuk

“Kami sangat berduka dan prihatin. Ini merupakan kejadian kedua di tingkat SMP dalam satu bulan terakhir. Kami akan mempelajari secara mendalam apa penyebab di balik fenomena ini agar tidak terulang lagi,” ujar Asril.

Kejadian ini sontak menjadi perhatian serius, mengingat Sawahlunto selama ini dikenal sebagai Kota Layak Anak.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan kini diharapkan segera mengambil langkah-langkah intensif, termasuk memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi siswa dan guru untuk mencegah peristiwa serupa di masa mendatang. (*)