INGATLAH – Sebuah langkah penuh empati dilakukan oleh Kapolres Kampar, AKBP Mihardi Mirwan, yang secara resmi mengangkat Valery Wahid, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang videonya viral beberapa waktu lalu, sebagai anak asuh.
Tindakan ini menjadi simbol kasih sayang dan dukungan nyata institusi Polri kepada korban kekerasan, khususnya anak berkebutuhan khusus.
Kepedulian itu ditunjukkan langsung dalam kunjungan Kapolres Kampar ke kediaman Valery di Perumahan Teratai Jaya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, pada Rabu (28/5/2025) sore.
Bersama jajaran Polres dan tokoh masyarakat, AKBP Mihardi menyampaikan komitmennya untuk mendampingi dan mendukung masa depan Valery secara langsung.
“Kami tidak hanya datang membawa bantuan. Kami datang membawa cinta. Valery kami angkat sebagai anak, sebagai bagian dari keluarga besar Polres Kampar. Ini adalah bentuk kasih sayang dan empati kami untuk membantu Valery pulih dan melangkah maju,” ujar Kapolres dengan penuh haru.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman, Kepala Desa Tarai Bangun Andra Maistar, serta perwakilan Dinas Sosial Kampar, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Selain dukungan moral, Kapolres juga memberikan bantuan berupa uang tunai, beras, dan nutrisi untuk membantu kebutuhan hidup keluarga Valery.
Kapolres Kampar menegaskan bahwa meskipun Valery merupakan anak dengan kebutuhan khusus, hal itu bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan masa depan.
Ia pun berjanji akan memberikan perhatian jangka panjang, baik secara pribadi maupun institusional.
“Saya berharap keluarga tetap kuat dan Valery tetap semangat. Ke depan kami akan terus mendampingi, tidak hanya hari ini saja,” ungkapnya.
Langkah Kapolres Kampar ini mendapat apresiasi luas karena dinilai tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun hubungan emosional dan jaminan perlindungan jangka panjang bagi korban.
Kehadiran pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan Dinas Sosial memperkuat sinergi dalam menciptakan perlindungan nyata bagi korban KDRT.
Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga menjelang malam, dan menjadi momentum haru sekaligus inspiratif bahwa kehadiran negara bisa terlihat nyata melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dengan dukungan ini, Valery kini bukan hanya anak dari sebuah keluarga korban, tetapi juga anak dari institusi yang menjanjikan perlindungan dan masa depan yang lebih baik.(*)





