BeritaUtama

Kebakaran Hebat di Los Angeles, Pakar Sebut Penyebabnya Karena Ini

×

Kebakaran Hebat di Los Angeles, Pakar Sebut Penyebabnya Karena Ini

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kebakaran besar melanda Los Angeles, California, Amerika Serikat, sejak Selasa (7/1).

Dipicu angin kencang Santa Ana, api menjalar cepat dari kawasan Pacific Palisades hingga Eaton, Hurst, dan Hollywood Hills, menghancurkan ribuan rumah dan memaksa lebih dari 200 ribu orang mengungsi.

Kawasan elite Hollywood Hills dan Pacific Palisades, yang dikenal sebagai tempat tinggal selebriti ternama, menjadi salah satu wilayah terdampak.

Rumah selebriti seperti Paris Hilton, Billy Crystal, Jamie Lee Curtis, hingga Mandy Moore dilaporkan terkena imbas.

Angin Santa Ana, yang berkecepatan hingga 70 mil per jam, turut memperburuk situasi.

Kekeringan berkepanjangan akibat minimnya curah hujan sejak Oktober 2024 membuat vegetasi kering dan mudah terbakar.

Hingga kini, kebakaran telah menewaskan sedikitnya 10 orang.

Baca Juga  Pemko Padang Dorong 47 Ribu UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital

Dampak Perubahan Iklim

Stefan Doerr, Direktur Pusat Penelitian Kebakaran Liar di Universitas Swansea, menyebut kebakaran ini sebagai dampak nyata perubahan iklim.

“Musim kebakaran di California telah berlangsung lebih lama dari biasanya dalam beberapa dekade terakhir,” ujarnya.

Kimberley Simpson, peneliti iklim dari Universitas Sheffield, menambahkan bahwa kombinasi hujan lebat akibat El Nino awal 2024 dan musim dingin yang kering menciptakan vegetasi kering sebagai bahan bakar utama kebakaran.

Menurut Simpson, angin Santa Ana tidak hanya mempercepat penyebaran api tetapi juga membawa bara yang memicu kebakaran baru di wilayah pegunungan.

“Medan yang curam membuat pemadaman lebih sulit,” ujarnya.

Los Angeles dalam Sejarah

Los Angeles, kota terbesar kedua di Amerika Serikat dengan populasi 3,8 juta jiwa, awalnya didirikan oleh Spanyol pada 1781.

Baca Juga  Pejalan Nagari Walk Chapter 2 Dibuka, Target Masuk Kalender Internasional

Kota ini kemudian menjadi bagian Amerika Serikat pada 1848 setelah Perang Meksiko-Amerika.

Kini, Los Angeles dikenal sebagai pusat hiburan dunia, dengan Hollywood sebagai jantung industri film dan televisi.

Namun, kebakaran hutan yang kian sering terjadi menjadi ancaman nyata bagi wilayah ini.

Para ahli sepakat bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan di seluruh dunia.

“Musim kebakaran di California kini bisa berlangsung sepanjang tahun,” tambah Doerr.

Simpson memperingatkan, “Meningkatnya suhu global dan kekeringan berkepanjangan membuat tumbuhan lebih mudah terbakar sepanjang tahun.”

Ia menekankan pentingnya mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi risiko kebakaran hutan yang lebih parah di masa depan. (*)