Utama

Pemko Padang Dorong 47 Ribu UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital

×

Pemko Padang Dorong 47 Ribu UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital

Sebarkan artikel ini
Pemko Padang Dorong 47 Ribu UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital
Pemko Padang Dorong 47 Ribu UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendorong keras para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Langkah transformatif ini dinilai krusial agar produk lokal mampu bertahan dan bersaing di tengah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang kini serbadigital.

Pesan bernada ajakan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat.

Mewakili Wali Kota Padang, ia membuka secara resmi agenda “Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan” di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Syahrial memaparkan, lompatan teknologi telah mengubah total lanskap dunia usaha.

Pola belanja konvensional yang mengandalkan toko fisik kini telah bergeser masif ke arah marketplace, media sosial, serta berbagai platform digital lainnya. Kondisi ini harus ditangkap sebagai peluang emas, bukan ancaman.

“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi,” tegas Syahrial Kamat di hadapan para peserta.

Baca Juga  Semen Padang FC Kalah dari Malut United, Kabau Sirah Betah di Dasar Klasemen

Lebih lanjut, Syahrial mengungkapkan betapa vitalnya peran sektor usaha mikro dalam menopang urat nadi perekonomian daerah.

Berdasarkan data terbaru, saat ini tercatat ada sekitar 47 ribu UMKM yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang dengan total akumulasi omzet menembus angka Rp952 miliar.

Potensi ekonomi yang raksasa ini dinilai perlu diinjeksi dengan pemanfaatan ekosistem digital agar cakupan pasarnya makin meluas sekaligus mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

“Kami berharap UMKM Kota Padang terus naik kelas, dari pasar lokal hingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan ekspor. Inilah salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang yang terus kami dorong,” tambahnya.

Latih Keterampilan Praktis Marketplace

Salah satu tantangan terbesar yang dibidik dalam lokakarya ini adalah mengikis keengganan pelaku usaha untuk berubah.

Baca Juga  4 Personel PJR Polda Riau Sukses Kawal Ambulans Pasien Kritis di Tol Permai

Banyak pelaku usaha mikro yang telanjur nyaman dengan sistem konvensional atau baru kasak-kusuk bergerak ketika bisnisnya mulai tertekan.

Melalui workshop intensif ini, para peserta dibekali keterampilan praktis yang siap diaplikasikan. Mulai dari tata cara aktivasi toko di berbagai marketplace, manajemen pengelolaan katalog produk yang memikat, hingga formula strategi pemasaran digital untuk mendongkrak grafik penjualan.

“Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang tetap bertahan. Karena itu, Kota Padang terus memperkuat UMKM agar tetap eksis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” urai Syahrial yang juga meminta peserta memanfaatkan forum belajar ini secara maksimal.

Apresiasi tinggi juga dialamatkan Pemko Padang kepada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek Foundation, serta seluruh elemen yang terlibat.

Sinergi model pentahelix—melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media—diharapkan kokoh terjalin demi melahirkan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing tinggi di Kota Padang. (*)