INGATLAH.COM – Perekonomian Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sekitar lima persen pada tahun ini, menurut analis dari DBS Group Research, Maynard Arif.
Menurutnya, angka ini tergolong baik jika dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia.
“Angka lima persen merupakan hal yang positif, terutama jika kita membandingkannya dengan negara-negara maju,” ujar Maynard dikutip Media Indonesia pada Kamis, 4 Juli 2024.
Maynard juga memperkirakan bahwa perekonomian di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa kemungkinan besar akan mengalami perlambatan pertumbuhan.
“Dalam konteks Eropa, situasinya sedikit berbeda karena mereka sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, dan mungkin mereka akan mengalami pemulihan. Namun, kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi di Jepang dan Amerika akan melambat. Secara keseluruhan, kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan tetap rendah, sementara negara-negara berkembang akan lebih aktif dalam pertumbuhannya,” jelasnya.
Sementara itu, tren inflasi di Indonesia masih tetap rendah menurut Maynard, meskipun terdapat perbedaan dengan beberapa negara berkembang dan negara lainnya.
“Di Indonesia, kita melihat bahwa inflasi kemungkinan akan turun, didorong oleh penurunan harga komoditas dan minyak. Namun, hal ini belum tentu berlaku untuk semua negara. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren inflasi cenderung menurun tahun depan, yang berpotensi mengarah pada penurunan suku bunga secara keseluruhan,” tambahnya.
Namun, Maynard juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan menjelang semester kedua tahun ini, termasuk pemilihan presiden di Amerika Serikat yang dapat berdampak signifikan tidak hanya pada perekonomian Indonesia tetapi juga secara global.
“Dari hasil debat pertama, tampaknya Trump memiliki peluang untuk menang. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan kebijakan yang dapat mempengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia,” katanya.
Maynard memprediksi bahwa kemenangan Trump dapat memberikan dampak positif pada ekonomi Amerika Serikat namun dapat menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia.
“Semuanya masih dalam kondisi yang tidak pasti, dan ini dapat menimbulkan ketidakpastian baik bagi perekonomian global maupun Indonesia,” tambahnya. (*)





