AgamBeritaEkonomi

970 H Lahan di Agam Terdampak Pasca Longsor, Petani Beralih dari Padi ke Jagung

×

970 H Lahan di Agam Terdampak Pasca Longsor, Petani Beralih dari Padi ke Jagung

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM — Sekitar 970 hektare lahan pertanian di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, terdampak kerusakan irigasi akibat bencana longsor.

Dari total lahan tersebut, sekitar 350 hektare kini beralih fungsi sementara dari tanaman padi menjadi tanaman jagung. Perubahan pola tanam dilakukan petani karena pasokan air irigasi ke persawahan terganggu.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Palembayan, Maradona, mengatakan kerusakan terjadi setelah aliran irigasi induk terputus akibat longsor yang terjadi pada November 2025.

“Kini para petani beralih usaha sementara dari petani padi menjadi petani jagung,” kata Maradona, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga  Dua Oknum Guru Pesantren di Agam Cabuli Puluhan Murid Laki-Laki di Lingkungan Pesantren

Untuk mendukung petani yang terdampak, pemerintah telah menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 350 ribu kilogram pada Desember 2025.

Bantuan kemudian kembali ditambah sebanyak 4.500 kilogram untuk wilayah Kecamatan Palembayan.

Meski beralih ke jagung, petani tetap berencana kembali menanam padi setelah jaringan irigasi diperbaiki dan kembali berfungsi normal.

Pasokan air dari jaringan irigasi dinilai penting untuk mendukung aktivitas persawahan sekaligus menjaga produksi beras guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Petani berharap pemerintah segera memperbaiki irigasi induk di Alahan Anggang, Nagari Tigo Koto Silungkang.

Baca Juga  Terbaru, Ini Daftar 74 Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang di Agam

Perbaikan irigasi utama tersebut dinilai akan kembali mengalirkan air ke enam jaringan irigasi kecil yang mengairi areal persawahan.

Enam jaringan irigasi kecil tersebut yakni Limau Abuang Kiri, Limau Abuang Kanan, Banda Musajik, Banda Baru, Banda Koto, dan Banda Kandih.

Petani berharap perbaikan jaringan irigasi dapat segera direalisasikan sehingga lahan pertanian yang terdampak bisa kembali dimanfaatkan untuk menanam padi.
Pemerintah juga diharapkan membangun kembali jaringan irigasi yang rusak serta mendukung petani agar dapat kembali mengoptimalkan lahan persawahan untuk produksi pangan