BeritaLiga IndonesiaOlahragaUtama

Arthur Augusto Singgung Hak Pembayaran, Semen Padang FC Buka Suara

×

Arthur Augusto Singgung Hak Pembayaran, Semen Padang FC Buka Suara

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Semen Padang FC masih berupaya menyelesaikan kewajiban kontrak terhadap mantan kipernya, Arthur Augusto Da Silva, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Persoalan ini mencuat setelah Arthur menyinggung hak pembayarannya melalui Instagram seusai Kabau Sirah mengalahkan Persiku Kudus, Sabtu (24/10/2026).

“Selamat atas kemenangan hari ini! Semoga gaji saya yang tertunggak segera dibayar,” tulis Arthur melalui akun @arthur87_.

Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menjelaskan persoalan tersebut berkaitan dengan kewajiban kontrak dari pengelola klub sebelumnya.

Ia menyebut manajemen telah menyelesaikan sekitar Rp9 miliar dari total tanggungan lama.

“Ada empat pemain yang masih berkaitan dengan persoalan ini. Dua di antaranya sudah melaporkan masalahnya ke FIFA,” kata pria yang akrab disapa Levi itu.

Baca Juga  Satpol PP Pekanbaru Disorot, Rumah Biliar Diduga Tetap Beroperasi Saat Ramadan

Khusus Arthur, kewajiban sekitar Rp3 miliar berkaitan dengan kontrak berdurasi hingga 2028.

Levi menegaskan, nilai tersebut bukan semata-mata tunggakan gaji musim lalu karena, menurut manajemen, pembayaran gaji Arthur untuk periode tersebut telah diselesaikan.

Di sisi lain, Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, menyebut total utang klub mencapai Rp26 miliar.

Dalam pemberitaan Halonusa, Andre juga menyampaikan bahwa manajemen baru telah mengeluarkan Rp25,5 miliar untuk kebutuhan klub.

Angka tersebut merupakan gambaran kondisi keuangan klub secara keseluruhan, bukan khusus kewajiban terhadap Arthur.

Baca Juga  Semen Padang FC Kembali Jalani Latihan Intensif Usai Libur Lebaran

Levi mengatakan manajemen terus berkoordinasi dengan Andre Rosiade dan pihak terkait untuk mencari penyelesaian.

Persoalan kontraktual tersebut juga menjadi perhatian karena berpotensi menghambat proses registrasi pemain menjelang bursa transfer putaran kedua.

Manajemen menargetkan penyelesaian kewajiban terhadap Arthur dapat direncanakan sebelum bursa transfer paruh musim dibuka pada awal 2027.

Levi menduga unggahan Arthur muncul karena komunikasi mengenai rencana pembayaran belum tersampaikan dengan baik.

“Bisa jadi Arthur merasa belum mendapat komunikasi sehingga menyampaikan persoalan itu melalui media sosial. Padahal, kami sudah merencanakan penyelesaiannya,” ujar Levi.