RiauUtama

Sudah 27.250 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Tertinggi

×

Sudah 27.250 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Sudah 27.250 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Tertinggi
Sudah 27.250 Warga Riau Terpapar ISPA, Pekanbaru Tertinggi

INGATLAH.COM – Sebanyak 27.250 masyarakat di Provinsi Riau terdata terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data tersebut berasal dari laporan Dinas Kesehatan Riau yang mencatat kasus di 12 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi, yakni 7.434 kasus.

Selanjutnya Kampar 3.629 kasus, Bengkalis 2.964 kasus, Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, dan Pelalawan 2.555 kasus.

Kemudian Kuansing tercatat 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus, serta Indragiri Hilir 79 kasus.

Meski kasus terus meningkat, Zulkifli menyebut fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih mampu memberikan pelayanan kepada pasien.

Baca Juga  Polisi Riau Bongkar Kos-Kosan Pengedar Narkoba

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas,” katanya.

“Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” ungkapnya.

Diskes Riau juga memperkuat penanganan dengan membagikan masker gratis, menggelar edukasi kesehatan, serta mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis.

Upaya tersebut turut melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan.

Masyarakat yang mengalami gejala ISPA juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang dengan komorbid, dan lanjut usia.

Baca Juga  Sukseskan Panen Perdana IP-200, Desa Sialang Panjang Optimis Tingkatkan Ketahanan Pangan

“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” jelasnya.

Zulkifli turut mengingatkan pentingnya menggunakan masker yang mampu menyaring polusi udara serta meminta tenaga kesehatan melaporkan kasus akibat asap, seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma, kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.