RiauPekanbaru

745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru, Warga Diminta Gencarkan 3M Plus

×

745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru, Warga Diminta Gencarkan 3M Plus

Sebarkan artikel ini
745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru, Warga Diminta Gencarkan 3M Plus
745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru, Warga Diminta Gencarkan 3M Plus

INGATLAH.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 745 kasus sejak Januari hingga awal Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, tiga warga dilaporkan meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Dedy Sambudi mengatakan, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Tuah Madani dengan 117 kasus.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Marpoyan Damai dengan 109 kasus, kemudian Bukit Raya 82 kasus, Tenayan Raya 70 kasus, Binawidya 62 kasus dan Payung Sekaki sebanyak 58 kasus.

Sementara itu, Kecamatan Rumbai tercatat 49 kasus, Kulim 47 kasus, Limapuluh 39 kasus, Rumbai Timur 38 kasus, Sukajadi dan Sail masing-masing 19 kasus, Rumbai Barat 18 kasus, Senapelan 15 kasus serta Pekanbaru Kota sebanyak lima kasus.

Dari total kasus tersebut, tiga warga meninggal dunia.

Baca Juga  Diterkam Dua Harimau Saat Cari Damar, Warga Indragiri Hulu Selamat Setelah Berjuang Melawan

Masing-masing berasal dari Kecamatan Tuah Madani, Sail dan Kulim.

Dedy mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele demam yang dialami, terutama jika suhu tubuh meningkat tinggi dan kondisi tubuh semakin lemah.

“Awalnya mungkin dianggap demam biasa, tetapi kemudian demam tinggi. Saat dibawa ke rumah sakit, trombosit turun sehingga kondisi sangat lemah,” kata Dedy, Senin (5/10/2026).

Meningkatnya kewaspadaan ini dinilai penting seiring perubahan cuaca dari musim panas menuju musim penghujan.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit DBD.

Dedy meminta masyarakat rutin memeriksa lingkungan sekitar rumah dan memastikan tidak ada wadah yang menampung air hujan.

Sebab, genangan tidak hanya berasal dari tanah, tetapi juga dapat muncul pada barang-barang yang berada di sekitar rumah.

Baca Juga  Resahkan Warga, Polisi Musnahkan Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Subayang

“Barang-barang di sekitar rumah juga bisa menjadi tempat menampung air hujan dan kemudian menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk. Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang,” ujarnya.

Untuk menekan penambahan kasus, masyarakat diminta kembali menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air serta menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Ban bekas, kaleng, ember maupun benda lainnya yang berada di sekitar rumah juga perlu diperiksa dan tidak dibiarkan menjadi tempat air tergenang.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk sekaligus membantu memutus rantai penularan DBD di Pekanbaru, terutama saat memasuki musim penghujan.