Tanah DatarBeritaEkonomi

Wali Nagari Barulak Sosialisasikan Penyebab Desil Tinggi, Warga Diminta Cek Data Keluarga

×

Wali Nagari Barulak Sosialisasikan Penyebab Desil Tinggi, Warga Diminta Cek Data Keluarga

Sebarkan artikel ini
Wali Nagari Barulak Imbau Warga Cek Penyebab Desil Tinggi di DTSEN
Wali Nagari Barulak Imbau Warga Cek Penyebab Desil Tinggi di DTSEN

Tanah Datar – Pemerintah Nagari Barulak, Kecamatan Tanjuang Baru, Kabupaten Tanah Datar, mengimbau masyarakat memastikan data keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Imbauan tersebut disampaikan Wali Nagari Barulak Azisman Dt Sati Nan Panjang. Pemerintah nagari mengingatkan adanya sejumlah kondisi yang dapat terdeteksi dalam data sosial ekonomi dan berpengaruh terhadap posisi desil keluarga.

Dalam materi sosialisasi tersebut, terdapat beberapa kondisi yang disebut dapat menjadi penyebab desil keluarga terdeteksi tinggi, di antaranya:

  1. Salah satu anggota keluarga terlibat judi online.
  2. Memiliki cicilan kendaraan lebih dari dua.
  3. Memiliki kredit atau pinjaman dari bank.
  4. Memiliki pinjaman pada Shopee, Mekar, PayLater, atau pinjaman online.
  5. Memiliki lebih dari satu kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.
  6. Memiliki daya listrik rumah relatif tinggi.
  7. Memiliki emas atau aset berharga di bank.
  8. Memiliki tabungan dengan saldo di atas Rp10 juta.
  9. Memiliki pendapatan di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
  10. Memiliki riwayat jackpot judi online.
  11. Salah satu anggota keluarga merupakan ASN, TNI, Polri, atau PPPK.
Baca Juga  Kemenkes Terbitkan Surat Edaran untuk Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Flu Burung

Pemerintah Nagari Barulak mengajak masyarakat untuk memastikan data keluarga benar dan sesuai dengan kondisi aktual. Hal ini dinilai penting agar data sosial ekonomi dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara tepat.

“Pastikan data keluarga anda sesuai dengan kondisi sebenarnya,” demikian pesan yang tercantum dalam imbauan tersebut.

Pemerintah nagari menekankan bahwa data yang akurat dibutuhkan untuk membantu penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami kondisi yang tercatat dalam data sosial ekonomi, tetapi juga aktif memastikan informasi mengenai keluarganya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Baca Juga  Dampak Kebakaran Pabrik Karet, Enam KK Mengungsi di Tenda Darurat BPBD Padang