INGATLAH.COM – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang lansia bernama SLT (80) yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Hingga hari kedua operasi, Senin (10/8/2026), korban belum berhasil ditemukan.
SLT dilaporkan menghilang sejak Kamis (7/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Keberadaannya hingga kini masih menjadi misteri meski berbagai upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga, warga, hingga tim SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan laporan resmi diterima pada Minggu (9/8/2026) dari Bhabinkamtibmas Desa Maini.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti segera diberangkatkan untuk melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya di lokasi,” ujar Budi, Senin.
Sebelum dilaporkan ke pihak berwenang, keluarga korban telah lebih dulu melakukan pencarian secara mandiri.
Mereka menyisir area sekitar rumah hingga lokasi-lokasi yang biasa didatangi korban. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pada Jumat (8/8/2026), keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Dusun setempat.
Pencarian pun diperluas dengan melibatkan warga yang menyisir kawasan perkebunan yang memiliki banyak jalur dan akses yang diduga dilalui korban.
Enam personel dari Unit Siaga SAR Meranti dikerahkan ke lokasi pada Minggu.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dan menyusun strategi pencarian bersama unsur gabungan lainnya.
Pada hari pertama operasi, pencarian difokuskan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian hingga radius kurang lebih dua kilometer.
Namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.30 WIB, korban belum ditemukan.
Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan briefing pada pukul 07.00 WIB.
Pencarian dilakukan menggunakan metode ESAR (Explore Search and Rescue) tipe 1, dengan pola penyisiran terarah dari utara ke selatan sesuai rencana operasi.
Area pencarian difokuskan di kawasan perkebunan sekitar titik terakhir yang diduga menjadi lokasi korban, dengan batas koordinat yang telah ditentukan sebelumnya.
Budi menegaskan bahwa seluruh personel dan masyarakat yang terlibat diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama proses pencarian.
Mengingat medan yang cukup menantang, penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi hal wajib.
“Keselamatan tim adalah prioritas. Kami memastikan seluruh personel menggunakan perlengkapan sesuai standar selama operasi berlangsung,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Tim SAR bersama masyarakat setempat tetap menyisir area perkebunan secara intensif meski menghadapi keterbatasan medan dan waktu.
Upaya pencarian ini juga mendapat perhatian dari warga sekitar yang turut membantu dengan memberikan informasi serta ikut dalam proses penyisiran di lapangan.





