RiauDumai

Dua Hari Dicari, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Dumai

×

Dua Hari Dicari, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Dumai

Sebarkan artikel ini
Dua Hari Dicari, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Dumai
Dua Hari Dicari, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Dumai

INGATLAH.COM – Duka menyelimuti perairan Dermaga TPI Purnama, Kota Dumai, Rabu (24/6/2026) pagi.

Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban anak yang sebelumnya dilaporkan tenggelam.

Korban diketahui bernama Nurfazira (6), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WIB, berjarak kurang lebih 13 meter dari lokasi kejadian awal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal sejak laporan pertama diterima.

“Kami menerima laporan pada Selasa dan langsung mengerahkan tim ke lokasi. Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyelaman hingga penyisiran permukaan,” ujarnya.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban berjalan di area dermaga bersama tiga saudaranya.

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan Rekan Kerja di Bengkalis Terancam Hukuman Berlapis, Kapolsek: 15 Tahun Penjara

Diduga korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke perairan dengan arus yang cukup kuat.

“Arus di lokasi cukup deras, sehingga korban dengan cepat hanyut dan tenggelam. Ini yang menjadi tantangan utama dalam pencarian,” jelasnya.

Upaya awal sebenarnya telah dilakukan oleh nelayan dan warga sekitar, namun korban belum berhasil ditemukan hingga Tim SAR turun langsung.

Pada hari pertama, tim melakukan penyelaman hingga kedalaman sekitar 4 meter.

Namun kondisi air dan jarak pandang yang terbatas membuat pencarian belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua, strategi pencarian diperluas dengan mempertimbangkan arah arus laut.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Pekanbaru, Jajaran Polsek Rumbai Barat Sambangi Kebun Warga 

“Kami melakukan evaluasi dan memperluas area pencarian berdasarkan analisa pergerakan arus. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pagi ini,” katanya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD Dumai sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat dan nelayan yang turut membantu proses pencarian,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area perairan yang berisiko tinggi.