INGATLAH.COM – Kemunculan dua individu harimau Sumatra di kawasan Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membuat warga setempat diliputi kewaspadaan.
Satwa dilindungi tersebut terlihat berkeliaran tidak jauh dari area perkebunan warga pada Selasa (16/6/2026) pagi.
Momen langka sekaligus mengkhawatirkan itu sempat direkam warga menggunakan telepon genggam dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Video tersebut memicu perhatian masyarakat luas sekaligus mendorong pihak berwenang untuk segera melakukan penanganan.
Menindaklanjuti laporan warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat langsung menerjunkan tim ke lokasi guna memastikan keberadaan harimau serta mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dan manusia.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari perangkat Nagari Koto Rantang dan Polsek Palupuh.
“Kami langsung menurunkan petugas bersama Tim Patroli Anak Nagari setelah mendapat informasi adanya dua individu harimau Sumatra yang terlihat warga,” ujar Ade Putra.
Menurutnya, kemunculan harimau pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Mizwar (52) yang saat itu berada di sekitar kawasan perkebunan.
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan penyisiran dan identifikasi lapangan.
Petugas melakukan wawancara dengan saksi, memeriksa jejak kaki, bekas cakaran, hingga kotoran satwa untuk memastikan aktivitas kedua harimau tersebut di sekitar lokasi.
Selain itu, BKSDA juga menelusuri kemungkinan penyebab satwa liar itu keluar dari habitat alaminya hingga mendekati kawasan yang sering dilalui masyarakat.
“Kami sedang mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan harimau muncul di sekitar permukiman, termasuk kondisi habitat dan ketersediaan pakan di dalam hutan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, patroli gabungan terus dilakukan secara intensif, baik pada siang maupun malam hari. Petugas memantau pergerakan satwa sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun kawasan hutan.
Ade menegaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan melakukan evakuasi apabila keberadaan harimau dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami terus memantau situasi di lapangan. Jika diperlukan dan kondisi mengharuskan, langkah evakuasi akan dipertimbangkan,” katanya.
Sementara itu, Wali Jorong Batu Gadang, Firman Hidayat, mengungkapkan bahwa lokasi kemunculan dua harimau tersebut berada kurang dari satu kilometer dari tempat ditemukannya seekor anak harimau betina yang terjerat perangkap babi pada November 2025 lalu.
“Lokasinya sangat dekat dengan tempat anak harimau yang pernah terkena jerat beberapa waktu lalu,” ungkap Firman.
Kemunculan dua harimau Sumatra ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian habitat satwa liar. Warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga diimbau untuk selalu waspada dan segera melapor kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan harimau di sekitar permukiman.





