INGATLAH.COM – Pelantikan pengurus DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) kabupaten dan kota se-Provinsi Riau tak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi perantau.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade juga menyuarakan agenda besar yang diyakini akan mengubah wajah perekonomian Sumatera Barat dan Riau, yakni percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru.
Pelantikan yang dikemas dalam kegiatan Rang Minang Baralek Gadang di GOR Tribuana Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026), dihadiri ribuan perantau Minang dari berbagai daerah di Riau.
Andre Rosiade bersama Sekretaris Jenderal DPP IKM Braditi Moulevey secara langsung mengukuhkan pengurus DPD IKM dari sejumlah kabupaten dan kota.
Dalam sambutannya, Andre menegaskan bahwa keberadaan IKM tidak boleh hanya menjadi wadah silaturahmi semata.
Organisasi ini harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Minang maupun daerah tempat mereka merantau.
Menurut Andre, salah satu cita-cita besar yang harus diperjuangkan bersama adalah terhubungnya Sumatera Barat dan Riau melalui jaringan jalan tol yang modern dan efisien.
Ia menjelaskan, keberadaan Tol Padang-Pekanbaru nantinya akan mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dari Sumatera Barat ke Riau, sekaligus membuka peluang besar bagi sektor pariwisata.
“Insyaallah awal 2027 pemerintah Presiden Prabowo akan memulai pembangunan Sicincin-Bukittinggi tahap pertama. Setelah itu kita perjuangkan terus sampai tersambung menuju perbatasan Riau,” ujar Andre.
Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi sendiri diperkirakan menelan investasi sekitar Rp29 triliun dan akan dilengkapi terowongan sepanjang lima kilometer yang digadang-gadang menjadi salah satu terowongan jalan terpanjang di Indonesia.
Selain tol, Andre juga mengungkapkan rencana pengembangan jalur Kereta Api Trans Sumatera yang diharapkan suatu saat dapat menghubungkan Sumatera Barat dengan wilayah perbatasan Riau.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi kunci memperkuat hubungan ekonomi dua daerah yang selama ini memiliki ikatan historis dan sosial yang sangat kuat.
Andre menegaskan, masyarakat Minang di perantauan harus ikut berperan dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kita ingin perantau Minang hadir memberikan manfaat. Tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut memperjuangkan pembangunan yang berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.
Pelantikan DPD IKM se-Riau tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi perantau Minang untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyatukan visi dalam mendukung pembangunan Sumatera Barat dan Riau di masa mendatang.





