PEKANBARU – Pihak kepolisian mengklaim telah mengantongi identitas para pelaku begal sadis yang menewaskan seorang buruh harian lepas di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Saat ini, tim gabungan masih memburu keberadaan para pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksi kejahatan tersebut.
“Sudah kami identifikasi, jumlah pelaku dua orang dan semoga dalam waktu dekat bisa ditangkap,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan kasus begal yang berujung maut itu menimpa kakak beradik, Julfan Setia Hulu (21) dan Jelvon Hulu (15).
Tragedi itu terjadi di areal perkebunan kelapa sawit Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengungkapkan, aksi para pelaku diawali dengan modus meminta bantuan kepada korban.
Saat itu, Julfan dan Jelvon yang baru selesai memanen sawit hendak pulang menggunakan sepeda motor Honda Revo merah milik mereka.
Di tengah perjalanan, keduanya dihampiri seorang pria tak dikenal yang mengaku sepeda motornya rusak di dalam kebun sawit.
Awalnya, kedua korban menolak karena ingin segera pulang. Namun pria tersebut terus membujuk dan menjanjikan uang rokok apabila mereka bersedia membantu menarik sepeda motor yang disebut rusak.
“Tanpa menaruh curiga, keduanya mengikuti permintaan seorang pria tak dikenal untuk membantu menarik sepeda motor yang disebut rusak di dalam kebun sawit,” ujar AKBP John Louis Letedara.
Merasa iba dan tidak mencurigai adanya niat jahat, kedua bersaudara itu akhirnya mengikuti pria tersebut masuk lebih jauh ke dalam area perkebunan.
Namun sesampainya di lokasi yang ditunjukkan, mereka tidak menemukan sepeda motor yang dimaksud.
Kecurigaan mulai muncul ketika Jelvon melihat seorang pria lain berada di bawah pohon sawit sambil memegang senjata tajam.
Menyadari situasi berbahaya, kakak beradik itu berusaha melarikan diri. Sayangnya, upaya tersebut gagal setelah para pelaku langsung mengejar dan menyerang mereka.
Jelvon dipukuli hingga mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh. Remaja berusia 15 tahun itu kemudian diikat menggunakan lakban hitam sehingga tidak dapat bergerak.
Dalam kondisi terikat, Jelvon mendengar teriakan kesakitan sang kakak yang diduga sedang dianiaya oleh para pelaku.
Setelah para pelaku meninggalkan lokasi, Jelvon berhasil melepaskan ikatan lakban yang membelenggunya.
Ia lalu berusaha mencari keberadaan Julfan di sekitar tempat kejadian.
Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di tanah dengan tangan dan kaki masih terikat lakban.
Julfan mengalami luka serius di bagian kepala dan darah mengalir dari hidungnya.
Meski terluka parah, Julfan masih sempat berbicara kepada adiknya dan meminta agar segera mencari pertolongan.
Namun saat Jelvon hendak meminta bantuan, sepeda motor yang mereka gunakan sudah tidak berada di lokasi.
Kendaraan tersebut diduga dibawa kabur oleh para pelaku sebagai hasil kejahatan.
Jelvon kemudian berjalan kaki menuju rumah dan meminta bantuan kepada seorang warga bernama Atulo’o Hulu.
Bersama warga tersebut, ia kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sang kakak.
Sayangnya, saat mereka tiba di tempat kejadian, Julfan sudah meninggal dunia.
Korban selanjutnya dibawa ke klinik terdekat, namun petugas medis memastikan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Polisi menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Selain menyebabkan satu korban tewas dan satu korban mengalami luka-luka, para pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban.
Saat ini, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang identitasnya telah dikantongi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.





