INGATLAH.COM – Kabar meninggalnya seorang pemuda warga Rohingya bernama Hossain Imam (22) dibenarkan pihak kepolisian.
Warga negara Myanmar tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 8 Februari 2026, setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Syafira Pekanbaru.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan korban tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Benar, namanya Hossain Imam, usia 22 tahun. Ia sempat dibawa ke RS Syafira pada Minggu (8/2/2026). Saat tiba di rumah sakit, yang bersangkutan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar AKP Anggi saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun hal mencurigakan pada tubuh korban.
Dugaan sementara, almarhum meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.
“Kuat dugaan meninggal karena sakit, karena tidak terdapat tanda-tanda kekerasan atau indikasi lain yang mencurigakan,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun, Hossain Imam sehari-hari tinggal di kamp pengungsian warga Rohingya yang berada di kawasan belakang MTQ Pekanbaru.
Sebelum meninggal dunia, ia disebut sempat mendatangi panitia kamp pada sore hari untuk menanyakan kepastian bantuan kebutuhan hidup bagi keluarganya, termasuk keberlanjutan dukungan dari International Organization for Migration (IOM).
Dalam sejumlah informasi yang beredar, almarhum juga disebut mengalami tekanan mental terkait kondisi kehidupan di pengungsian.
Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab kematian hingga kini masih mengarah pada dugaan sakit mendadak dan bukan akibat tindak kekerasan.
Jenazah Hossain Imam telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan guna memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut, sekaligus memberikan kepastian kepada pihak keluarga dan komunitas pengungsi.





