OlahragaPekanbaru

PSPS Pekanbaru Disanksi Denda dan Laga Tanpa Penonton Oleh Komdis PSSI, Ini Penyebabnya!   

×

PSPS Pekanbaru Disanksi Denda dan Laga Tanpa Penonton Oleh Komdis PSSI, Ini Penyebabnya!   

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kabar kurang menggembirakan datang dari klub kebanggaan masyarakat Riau, PSPS Pekanbaru.

Terbaru, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tegas kepada PSPS akibat sejumlah pelanggaran yang dilakukan suporternya dalam laga Pegadaian Championship 2025/2026.

Sanksi tersebut berkaitan dengan pertandingan PSPS Pekanbaru kontra Adhyaksa FC Banten yang digelar pada 23 Januari 2026.

Dalam putusannya, Komdis menyatakan suporter PSPS terbukti melakukan beberapa pelanggaran, mulai dari menyanyikan yel-yel bernada tidak pantas yang ditujukan kepada perangkat pertandingan, tindakan meludahi pemain dan ofisial Adhyaksa FC Banten, hingga pelemparan terhadap bus tim tamu.

“Atas pelanggaran tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah serta denda sebesar Rp15.000.000,” demikian bunyi keputusan Komdis.

Tak berhenti di situ, dalam laga yang sama, suporter yang berada di Tribun Barat juga kedapatan melakukan pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan. Tindakan tersebut kembali berujung pada sanksi finansial.

“Klub PSPS Pekanbaru dikenakan denda sebesar Rp15.000.000 akibat pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan,” tulis Komdis dalam keterangan resminya.

Baca Juga  Bukittinggi Gelar Upacara Kesaktian Pancasila dan HUT Sumbar ke-80, Begini Pesan Walikota

Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan PSPS Pekanbaru mencapai Rp30.000.000. Selain beban finansial, sanksi laga tanpa penonton tentu menjadi kerugian tersendiri bagi klub yang dikenal memiliki basis suporter fanatik di Riau.

Manajemen melalui Sekretaris PSPS Pekanbaru, Muhammad Teza, membenarkan adanya sanksi tersebut.

Ia menyebut manajemen menerima keputusan Komdis, namun akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Benar, kami menerima keputusan Komite Disiplin PSSI akibat beberapa poin yang terjadi pada laga PSPS Pekanbaru melawan Adhyaksa FC Banten beberapa waktu lalu,” ujar Teza, Kamis (12/2/2026).

Namun, Teza juga mempertanyakan poin dugaan tindakan meludahi tim Adhyaksa yang dinilai tidak dijelaskan secara rinci dalam putusan.

“Dalam putusan tidak disebutkan secara jelas siapa yang melakukan dan kepada siapa tindakan itu dilakukan. Kami juga tidak menerima bukti berupa foto atau video. Ini yang menurut kami cukup ambigu dalam penjatuhan sanksi,” tegasnya.

Ia bahkan mengungkapkan adanya insiden lain yang tidak masuk dalam pertimbangan.

“Malah ada pemain kami yang diludahi oleh ofisial Adhyaksa saat terjadi sedikit keributan karena mempertanyakan keputusan wasit. Namun, karena tidak terekam kamera, kami tidak mengajukan tuntutan,” tambahnya.

Baca Juga  Persib Bandung Siap Akhiri Tren Imbang Saat Hadapi PSIS Semarang

Meski demikian, PSPS memastikan tetap menghormati keputusan Komdis. Berdasarkan putusan tersebut, laga kandang PSPS pada 28 Februari 2026 melawan Garudayaksa akan digelar tanpa kehadiran penonton.

Jadi Pembelajaran bagi Semua Pihak

Manajemen juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap penonton bersama panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami dan panpel untuk lebih ketat mengawasi penonton. Salah satu poin dalam laporan Komdis adalah adanya lemparan air mineral ke dalam lapangan dari tribun,” jelas Teza.

Ia menegaskan bahwa klub tidak ingin adanya tindakan yang berpotensi memicu kerusuhan.

“Kami tentu tidak ingin ada tindakan yang mengarah pada kerusuhan. Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” katanya.

Manajemen PSPS juga kembali mengimbau seluruh suporter agar tetap menjaga sportivitas dan keamanan di stadion. Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen sepak bola, khususnya suporter, untuk menjaga etika, sportivitas, dan keamanan dalam setiap pertandingan demi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Sekecewa apa pun hasil pertandingan, keamanan dan kenyamanan di stadion harus tetap kita jaga bersama,” tutupnya.

( Mhd Ihsan )