INGATLAH – Dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk penanganan bencana di Sumatera Barat (Sumbar) kembali terwujud.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyambut kedatangan 24 ton bantuan logistik kiriman langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (5/12).
Bantuan skala besar ini tidak hanya berasal dari Presiden, tetapi juga merupakan kolaborasi dari Sekretariat Kabinet, Kementerian Pertahanan, dan Mabes TNI, memastikan percepatan penanganan di wilayah yang terkena dampak.
Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Forkopimda, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian luar biasa beliau kepada Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Ia menjamin bahwa seluruh bantuan pangan dan kebutuhan mendesak tersebut akan didistribusikan secara tepat sasaran, berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat yang telah dilakukan.
Mahyeldi berharap suplai pangan ini dapat memberikan ketenangan dan menguatkan semangat warga untuk pulih.
Gubernur juga menyoroti derasnya bantuan yang mengalir dari berbagai penjuru Indonesia termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga provinsi-provinsi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera—serta peran besar BUMN.
“Melalui Pak Doni Oskaria, BUMN juga diminta untuk membantu, baik dalam masa tanggap darurat maupun pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti,” ungkap Gubernur.
Mahyeldi memaparkan tiga prioritas utama yang tengah dikejar oleh Pemprov Sumbar saat ini:
Pembukaan Akses: Perbaikan jalan dan jembatan yang terputus akibat longsor.
Ketersediaan Air Bersih: Penyediaan tandon air dan solusi suplai air karena banyak jaringan rusak dan sumur warga tertutup lumpur.
Kebutuhan Khusus: Pemenuhan kebutuhan spesifik bagi bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Semoga para donatur dapat mengarahkan bantuannya pada kebutuhan-kebutuhan tersebut,” harap Mahyeldi, sembari mengisyaratkan bahwa Pemprov telah mulai menyiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. (*)





