INGATLAH – Meski hujan deras tanpa henti terus mengguyur, jajaran Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang bersama tim lapangan menunjukkan semangat tinggi untuk menormalisasi intake (asupan air) yang tertimbun lumpur.
Banjir yang melanda Padang selama hampir sepekan terakhir menyebabkan luapan sungai membawa lumpur, tanah longsor, dan material kayu, yang menimpa hampir seluruh intake PDAM.
Kondisi ini memaksa seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM menghentikan operasional, menghentikan produksi air bersih yang disalurkan ke pelanggan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal bersama jajaran direksi, dewan pengawas, Sekko Padang dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumbar secara intensif memantau langsung pengerjaan di lapangan terutama pengerukan sedimentasi intake Gunung Pangilun.
Intake Gunung Pangilun, yang berkapasitas 500 liter per detik dan melayani sekitar 50 ribu pelanggan di kawasan pusat kota, menjadi lokasi terparah yang terdampak banjir bandang Batang Kuranji.
Air sungai yang pekat berwarna cokelat disertai sampah dan batang kayu yang hanyut menciptakan pemandangan yang mengerikan. Pembersihan material penyumbat ini kini mengandalkan alat berat bantuan dari BWS V Sumbar.
Hendra Pebrizal menyebutkan dampak total gangguan ini sangat luas.
“Akibat off-nya operasional seluruh IPA PDAM, ada 100 ribu pelanggan yang terdampak sejak Selasa (25/11),” ujar Hendra.
Meski tantangan berat, upaya pemulihan menunjukkan hasil.
“Kami sudah menyelesaikan pembersihan intake Lubukparaku berkapasitas 200 liter per detik tadi malam. Air sudah dialirkan kembali untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan,” tambahnya.
Pihaknya berharap masyarakat dan pelanggan PDAM bersabar, sebab pengerjaan perbaikan intake lainnya terus dikebut.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang yang terdampak. Kami mohon doanya agar pengerjaan cepat selesai dan distribusi air normal kembali,” pungkasnya. (*)





