INGATLAH.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menyiapkan langkah tanggap darurat pasca kasus keracunan makanan yang dialami puluhan pelajar usai menyantap nasi goreng program MBG, Rabu (1/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan Pemkab menurunkan lima unit ambulans yang ditempatkan di Puskesmas Manggopoh.
Mobil tersebut berasal dari RSUD Lubuk Basung, Puskesmas Lubuk Basung, dan Puskesmas Tiku.
“Ambulans ini kita siagakan di Puskesmas Manggopoh untuk merujuk pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit,” ujar Hendri.
Selain ambulans, Pemkab juga menurunkan tenaga medis tambahan di Puskesmas Manggopoh dan RSUD Lubuk Basung agar pelayanan medis bisa optimal.
Hingga Rabu sore, 28 pelajar TK dan SD dari Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah dilaporkan keracunan.
Sebanyak 22 pasien masih dirawat di Puskesmas Manggopoh, sementara enam lainnya berada di RSUD Lubuk Basung.
Tiga pelajar di antaranya sempat dirujuk karena membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Ini data sementara dan kemungkinan jumlah pasien masih bisa bertambah,” kata Hendri.
Pemkab Agam memastikan kesiapsiagaan tim medis, fasilitas kesehatan, dan sarana penunjang tetap terkoordinasi untuk mengantisipasi situasi darurat.





