Utama

Arwin AS Wafat, Afni Kehilangan Sosok Ayah dan Pejuang Siak

×

Arwin AS Wafat, Afni Kehilangan Sosok Ayah dan Pejuang Siak

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Siak. H Arwin bin Ahmad Saruji, mantan Bupati Siak, meninggal dunia pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 07.28 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Kepergian tokoh yang pernah memimpin Siak tersebut meninggalkan duka mendalam, salah satunya bagi Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli.

Bagi Afni, Arwin bukan sekadar mantan kepala daerah atau sosok senior dalam pemerintahan. Almarhum telah dianggap seperti ayah sendiri yang selama ini membimbing, mendukung, dan menguatkannya dalam perjalanan hingga dipercaya memimpin Kabupaten Siak.

Dalam ungkapan dukanya, Afni mengenang Arwin sebagai sosok yang tidak pernah berhenti memberikan keyakinan terhadap dirinya. Ketika banyak orang belum percaya ia mampu maju sebagai Bupati Siak, Arwin justru berdiri memberikan dukungan penuh.

“Beliau selalu yakin dan memberi keyakinan. Beliau bersama berjuang dan memperjuangkan. Beliau tak setapak pun pernah meninggalkan saya sendirian. Tidak pernah,” kenang Afni.

Dukungan itu tidak pernah surut, bahkan ketika Arwin dalam kondisi sakit. Setiap kali bertemu, almarhum selalu mengingatkan Afni agar tidak mundur, tetap kuat, dan menjaga amanah memimpin Siak.

Baca Juga  Boyong 18 Pemain ke Tegal, Begini Kata Pelatih PSPS Aji Santoso

“Kau Afni anakku, jangan pernah mundur. Jaga Siak. Kutitip Siak. Berjuanglah. Jangan menyerah,” demikian pesan Arwin yang terus diingat Afni.

Pesan tersebut bahkan masih disampaikan Arwin dalam pertemuan terakhir mereka di rumah sakit. Saat itu, Arwin secara khusus meminta agar dirinya direkam ketika memberikan motivasi kepada Afni. Keduanya juga sempat berfoto bersama dengan senyum khas Arwin.

Dalam pertemuan itu, Arwin kembali menceritakan perjuangannya dahulu ketika mendirikan Jembatan Siak yang sempat menghadapi berbagai hambatan.

Ia juga berpesan agar Afni tidak gentar memperjuangkan hak-hak Siak, sekalipun harus berdiri di depan Istana Negara.

“Jika sehat, aku pun akan ikut berdiri bersamamu di depan Istana meminta hak-hak Siak itu. Jangan lupa pakai baju putih, baju Bupati-mu itu. Doa dan dukungan rakyat pasti bersamamu,” kenang Afni mengutip pesan terakhir Arwin.

Baca Juga  Big Match Persib vs Arema, Tidak Disiarkan Langsung, Begini Cara Nontonnya

Kini, sosok yang selama ini selalu mengingatkannya agar tidak menyerah telah pergi. Bagi Afni, kehilangan tersebut bukan sekadar kehilangan seorang tokoh yang berjasa bagi Siak.

Ia juga kehilangan tempat bersandar dan sumber kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Afni menyebut jasa dan perjuangan Arwin untuk Kabupaten Siak akan selalu dikenang. Namun, kepergiannya terasa semakin berat karena sosok yang selama ini terus memberikan keyakinan dan semangat itu tak lagi berada di sisinya.

“Siak kehilangan besar. Dan saya, sejenak seperti tidak berpijak. Seperti anak kehilangan bapak,” tulis Afni dalam ungkapan dukanya.

Afni pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Jenazah Arwin disemayamkan di rumah duka di Jalan Thamrin, samping  SMK Labor, Gobah, Pekanbaru. *