SumbarSolok

Solok Diterjang Galodo, Satu Warga Meninggal dan 32 Orang Mengungsi

×

Solok Diterjang Galodo, Satu Warga Meninggal dan 32 Orang Mengungsi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ternyata mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu warga lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Bencana tersebut terjadi di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan banjir bandang diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok.

“Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (22/9/2026) pukul 18.45 WIB, selain menyebabkan korban jiwa, bencana tersebut juga mengakibatkan satu warga mengalami luka berat dan tiga orang lainnya menderita luka ringan,” katanya.

Baca Juga  Protes Diterima, Tim Fahmil Sumbar Lolos ke Babak Berikutnya MTQ Nasional XXXI

Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap satu warga yang belum ditemukan.

Pada Selasa pagi, petugas melakukan penyisiran aliran sungai guna melacak keberadaan warga tersebut.

“Banjir bandang juga memaksa sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa mengungsi,” jelasnya

Para warga terdampak untuk sementara ditempatkan di tiga lokasi, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan fasilitas umum.

Sekitar 100 unit rumah dilaporkan terdampak akibat terjangan arus banjir serta material lumpur dan kayu yang terbawa arus.

Baca Juga  Guru Laporkan Ayam Bau, Ini Menu MBG di Pariaman Picu Siswa Sakit

Sejumlah fasilitas pemerintahan turut mengalami kerusakan. Tercatat dua kantor pemerintahan mengalami rusak berat dan sembilan kantor lainnya rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan juga dilaporkan terdampak.

Kerusakan infrastruktur turut terjadi pada akses transportasi. Satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka dilaporkan putus akibat diterjang banjir bandang.

Sementara itu, kondisi lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor juga dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut.