RiauPekanbaru

Asap Masih Menyelimuti, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

×

Asap Masih Menyelimuti, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
Asap Masih Menyelimuti, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat
Asap Masih Menyelimuti, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

INGATLAH.COM – Asap masih menyelimuti dan membuat kualitas udara di Kota Pekanbaru tidak sehat, kondisi tersebut masih terpantau hingga Rabu (16/9/2026) siang.

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 68,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 10.00 WIB.

Sementara pada dini hari, konsentrasi PM2.5 sempat berada di angka 149 µg/m³.

Selain PM2.5, pemantauan kualitas udara juga menunjukkan konsentrasi PM10 mencapai 181,3 µg/m³.

Adapun parameter polutan lainnya tercatat, ozon (O3) sebesar 30,7 µg/m³, nitrogen dioksida (NO2) 27,2 µg/m³ dan sulfur dioksida (SO2) 14,6 µg/m³.

Kondisi tersebut berlangsung ketika Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau masih berpotensi mengalami udara kabur yang diduga berkaitan dengan asap.

Prakiraan cuaca BMKG untuk Rabu (16/9/2026) menunjukkan udara kabur berpotensi muncul sejak pagi hingga dini hari.

Pada pagi sampai siang, kondisi cuaca diprakirakan berupa udara kabur hingga berawan.

Sementara sore hingga malam hari, kondisi serupa masih berpotensi terjadi dengan prakiraan udara kabur hingga cerah berawan.

Baca Juga  Acungkan Parang dengan Ancaman Pembunuhan, Pria Asal Siak Ditangkap Polisi

Memasuki dini hari, udara kabur hingga berawan juga masih berpeluang terjadi.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan kondisi kabur tersebut berpotensi dipengaruhi asap yang dapat mengurangi jarak pandang.

“Kekaburan udara tersebut berpotensi disebabkan oleh asap yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang,” kata Putri.

Di sisi lain, kondisi hotspot di Pulau Sumatera juga masih menunjukkan angka yang tinggi.

Berdasarkan pembaruan hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 5.983 titik panas terdeteksi di wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 4.169 titik.

Berikutnya Jambi dengan 735 titik, Lampung 378 titik dan Bangka Belitung sebanyak 446 titik.

Untuk wilayah Riau, terdeteksi 115 titik panas.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 84 titik.

Selanjutnya Indragiri Hilir 16 titik, Kuantan Singingi enam titik, Pelalawan lima titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

Baca Juga  1.948 Kasus ISPA di Riau, Ibu Hamil hingga Lansia Jadi Perhatian Khusus

Dengan kondisi udara yang masih tidak sehat dan potensi asap yang dapat menurunkan jarak pandang, masyarakat di Pekanbaru maupun wilayah lain yang terdampak diminta memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

BMKG juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi berkabut asap dan jarak pandang mengalami penurunan.

“Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara berkabut asap dan jarak pandang menurun,” imbaunya.

Sementara itu, suhu udara di wilayah Riau hari ini diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 50 hingga 97 persen.

Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 sampai 40 kilometer per jam.