INGATLAH.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mulai memperkuat perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ibu hamil, bayi, balita, lansia serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus.
Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas kesehatan kabupaten/kota, termasuk Dinas Kesehatan Pelalawan.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui keberadaan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan di wilayah yang terdampak kabut asap.
“Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin,” kata Zulkifli, Selasa (25/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan di tengah masih adanya kasus gangguan kesehatan yang tercatat di Riau.
Hingga 21 Agustus 2026, data Kementerian Kesehatan mencatat 1.948 kasus ISPA secara kumulatif.
Selain itu, terdapat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis.
Dinkes Riau juga mencatat 445 kasus ISPA di empat kabupaten/kota sepanjang 19-22 Agustus 2026. Meski jumlah tersebut berubah-ubah setiap hari, pemerintah daerah menyebut kondisi secara umum masih dapat ditangani.
Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang membutuhkan pertolongan medis, fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Puskesmas telah diminta menyiagakan tim layanan kegawatdaruratan. Persediaan oksigen juga dipastikan tersedia sebagai pertolongan awal bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan.
“Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,” ujar Zulkifli.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kualitas udara di dalam rumah. Ketika kabut asap semakin pekat, bukaan atau ventilasi yang memungkinkan asap masuk ke dalam rumah dapat dikurangi.
Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak asupan cairan dan menjaga pola makan bergizi.
Jika mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes Riau bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan akan terus memantau kondisi masyarakat di wilayah terdampak untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.





