BeritaEkonomiSumbar

1.335 Keluarga Miskin Naik Desil, Akses Bansos di Sawahlunto Terancam Hilang

×

1.335 Keluarga Miskin Naik Desil, Akses Bansos di Sawahlunto Terancam Hilang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Sebanyak 1.335 keluarga sangat miskin hingga rentan miskin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berpotensi kehilangan akses terhadap bantuan sosial (bansos) dan bantuan pangan pemerintah.

Hal itu terjadi setelah adanya perubahan klasifikasi kesejahteraan dalam pemutakhiran data pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa serta Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMD PPA) Sawahlunto, Adri Yusman, mengatakan data terbaru tersebut perlu kembali diverifikasi karena masih ditemukan warga yang secara ekonomi berada dalam kategori desil 1-4.

“Itu data terbaru dikeluarkan pemerintah pusat yang perlu diakurasi, karena ada warga kita secara ekonomi masih berada di desil 1-4,” kata Adri kepada Singgalang, Senin (14/9/2026).

Baca Juga  Kota Padang Sambut Mall Raksasa, 4.000 Lapangan Kerja Menanti

Adri menjelaskan, perubahan data dan indikator dalam pemutakhiran data menyebabkan sejumlah warga yang sebelumnya masuk desil 1-4 bergeser ke desil 5 ke atas.

Padahal, kelompok desil 1-4 mencakup masyarakat dengan kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin, hingga rentan miskin. Pergeseran klasifikasi tersebut berdampak pada akses mereka terhadap program bansos dan bantuan pangan pemerintah.

Pemerintah Kota Sawahlunto, kata Adri, tengah melakukan upaya perbaikan data. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak mengalami peningkatan dapat mengajukan usul dan sanggah untuk dilakukan verifikasi faktual ulang.

Baca Juga  Bawaslu RI Salurkan Logistik Darurat ke Agam dan Tanah Datar

” Warga kita tidak meningkat ekonomi secara riil dapat mengajukan verifikasi faktual ulang di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG),” ujarnya.

Adri menambahkan, klasifikasi desil 5-10 terdiri atas kelompok ekonomi pas-pasan, kesejahteraan menengah, menengah ke atas atau mapan, hingga kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi atau relatif kaya.

Karena itu, Dinsos Sawahlunto mendorong proses verifikasi dan pemutakhiran data dilakukan secara akurat agar warga yang masih berada dalam kondisi miskin dan rentan miskin tidak kehilangan hak atas bantuan pemerintah