INGATLAH.COM – Perselisihan yang bermula dari persoalan sepele berujung maut di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Seorang pria bernama Ifan Priyadi, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang gigi dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat keributan dan dikeroyok sejumlah orang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena awal persoalannya disebut hanya dipicu oleh sebuah gerakan yang dilakukan seorang tetangga korban.
Polisi mengungkap, sebelum terjadi pengeroyokan, korban sempat berselisih dengan tetangganya, Muhammad Sofia Sihombing alias Sofi.
Perselisihan itu bermula ketika korban merasa Sofi menaik-naikkan alis mata ke arahnya.
Gerakan tersebut kemudian dianggap korban sebagai bentuk tantangan.
“Gerakan tersebut dianggap sebagai bentuk tantangan hingga korban menegur dan terjadi cekcok,” kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, Rabu (9/9/2026).
Teguran korban kepada Sofi kemudian berkembang menjadi cekcok.
Perselisihan yang pada awalnya terlihat sederhana tersebut akhirnya berubah menjadi persoalan serius.
Situasi yang memanas itu menjadi titik awal terjadinya peristiwa yang kemudian menewaskan Ifan Priyadi.
Korban yang berprofesi sebagai tukang gigi diketahui terlibat dalam persoalan tersebut setelah merasa tidak nyaman dengan sikap tetangganya.
Gerakan menaikkan alis yang diterimanya ditafsirkan berbeda hingga memicu teguran.
Dari teguran tersebut, komunikasi antara keduanya berubah menjadi pertengkaran.
Polisi saat ini menangani perkara tersebut untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan korban akhirnya meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi menjelaskan bahwa persoalan antara korban dan Sofi menjadi bagian penting dalam mengungkap awal mula kejadian.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perselisihan yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi konflik serius apabila tidak segera diredam.
Dalam kasus tersebut, korban tidak hanya terlibat cekcok.
Persoalan kemudian berkembang hingga terjadi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang terhadap Ifan Priyadi.
Akibat pengeroyokan tersebut, nyawa korban tidak tertolong.
Kematian Ifan membuat persoalan yang semula hanya berupa teguran dan cekcok berubah menjadi perkara pidana yang ditangani aparat kepolisian.
Polisi pun melakukan penanganan untuk mengetahui secara jelas bagaimana cekcok tersebut berkembang hingga berujung pada pengeroyokan dan kematian korban.
Rangkaian peristiwa ini menjadi bagian penting dari penyelidikan, terutama untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat serta peran masing-masing dalam kejadian tersebut.





