Riau

Menhut Raja Juli Apresiasi Kekompakan Kapolda dan Pangdam Tangani Karhutla Riau

×

Menhut Raja Juli Apresiasi Kekompakan Kapolda dan Pangdam Tangani Karhutla Riau

Sebarkan artikel ini
Menhut Raja Juli Apresiasi Kekompakan Kapolda dan Pangdam Tangani Karhutla Riau
Menhut Raja Juli Apresiasi Kekompakan Kapolda dan Pangdam Tangani Karhutla Riau

INGATLAH.COM – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berlanjut untuk membantu mengendalikan Karhutla.

Raja Juli mengatakan OMC masih memiliki potensi untuk dilakukan dalam beberapa hari ke depan, termasuk pada 29 dan 30 Agustus 2026.

“Operasi modifikasi cuaca masih ada potensi luar biasa karena ada operasi beberapa hari lagi. Masih ada operasi lagi tanggal 29, 30,” kata Raja Juli usai Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau yang digelar di Gor Presisi Polda Riau, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, keberlanjutan OMC dan berbagai langkah penanganan Karhutla merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama seluruh unsur terkait untuk menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

“Jadi merupakan komitmen kita bersama pada masyarakat Riau agar tidak banyak terdampak akibat Karhutla ini,” tegasnya.

Raja Juli juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni dan instansi lainnya dalam penanganan Karhutla di Riau.

Ia menilai kolaborasi lintas lembaga tersebut berjalan dengan baik dan dapat menjadi contoh dalam penanganan Karhutla.

“Terakhir, saya bersyukur sekali Riau insya Allah bisa menjadi teladan, menjadi usaha bersama. Di mana kolaborasi antar lembaga, antar instansi berjalan dengan sangat baik sekali,” katanya.

Baca Juga  Tinjau Karhutla Riau, Menhut Raja Juli Ungkap 4 Daerah Masih Jadi Konsentrasi

Raja Juli bahkan melontarkan candaan mengenai kekompakan Kapolda Riau dan Pangdam dalam menangani Karhutla.

“Tadi sambil guyon dikatakan Pak Pangdam dan Pak Kapolda ini seperti Ipin dan Upin. Kemana-mana berdua, Ipin dan Upin beraksi. Ini sudah baik sekali,” ujarnya.

“Dan insya Allah dua orang ini memang paten, layak naik pangkat,” sambung Raja Juli.

Penguatan penanganan Karhutla juga dilakukan melalui pemadaman dari udara. Pemerintah masih menunggu tambahan satu unit helikopter water bombing dari Kementerian Pertahanan.

“Terus berjalan ya, kami masih menunggu tentunya ada tambahan satu heli untuk water bombing dari Kementerian Pertahanan, masih ditunggu,” katanya.

Raja Juli mengatakan akan segera menghubungi Menteri Pertahanan agar helikopter tambahan tersebut dapat dikirim ke Riau untuk memperkuat lima helikopter yang saat ini telah digelar.

“Nanti saya akan telepon Pak Menhan habis ini juga untuk segera mungkin dikirim untuk memperkuat lima heli yang sudah digelar di Riau,” ujarnya.

Selain itu, satu aset helikopter milik pemerintah saat ini masih diperbantukan untuk penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Raja Juli mengatakan helikopter tersebut dapat kembali ditarik ke Riau apabila kondisi Karhutla di Kalsel sudah membaik.

“Termasuk sebenarnya ada satu aset kita yang dipinjamkan ke Kalimantan Selatan. Nanti kita juga akan saya akan telepon juga Kepala BNPB apabila kondisi di Kalsel sudah baik, insya Allah nanti juga akan kembali ditarik ke Riau,” katanya.

Baca Juga  Sabu dan Ekstasi Disita, Dua Pria di Inhu Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Raja Juli mengingatkan penanganan Karhutla di lahan gambut tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Proses pendinginan tetap harus dilakukan secara serius karena bara api berpotensi masih berada di bawah permukaan.

“Alhamdulillah tadi sudah dilihat oleh teman-teman, tadi sudah ada sekat kanal yang membentuk gelang, ya sudah seperti cincin. Jadi semua alhamdulillah, puji syukur semuanya sudah teratasi,” katanya.

“Tapi sekali lagi karena nature nya adalah gambut, harus ada pendinginan yang serius. Karena setelah ini bisa jadi apinya masih ada di bawah,” sambungnya.

Ia memastikan personel gabungan TNI-Polri, Manggala Agni dan Kementerian Kehutanan masih bekerja di lapangan. Mereka bertugas melakukan pendinginan sekaligus memastikan asap menghilang dan tidak ada lagi api yang tersisa di bawah gambut.

“Tadi semua pasukan TNI Polri, Manggala Agni, Kemenhut masih bekerja keras untuk memastikan bahwa asap yang ada akan hilang, sekaligus memastikan bahwa tidak ada api lagi di bawah gambut,” pungkas Raja Juli.